News / Metropolitan
Minggu, 25 Januari 2026 | 17:15 WIB
Awak media memotret Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) JIS-Ancol, Minggu (25/1/2026). Pembangunan JPO yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dan Ancol sudah dimulai dan ditargetkan bisa dimanfaatkan masyarakat pada bulan Juni ini. ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Baca 10 detik
  • Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ikonik menghubungkan JIS dan Taman Impian Jaya Ancol telah dimulai resmi.
  • JPO yang bernama "JPO Bersama BTN" ditargetkan selesai Mei dan siap digunakan publik penuh pada Juni 2026.
  • Infrastruktur sepanjang 466 meter ini dirancang arsitektur modern dan terintegrasi dengan rencana Stasiun KRL Ancol.

Suara.com - Wajah Jakarta Utara akan segera memiliki primadona baru. Proyek ambisius pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang akan menghubungkan dua destinasi raksasa, Jakarta International Stadium (JIS) dan Taman Impian Jaya Ancol, telah resmi dimulai.

Jembatan ikonik ini ditargetkan bisa digunakan secara penuh oleh masyarakat pada Juni 2026.

Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri acara groundbreaking proyek strategis tersebut.

Ia menetapkan target yang jelas agar fasilitas ini dapat segera dinikmati publik, terutama untuk menunjang berbagai aktivitas besar di ibu kota.

"Pembangunan diharapkan selesai bulan Mei sehingga, Juni kita bisa gunakan untuk aktivitas secara menyeluruh," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Acara Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama dan Groundbreaking Pembangunan Ekstensi JPO JIS-Ancol di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu (25/1/2026).

Bukan sekadar jembatan biasa, JPO ini dirancang dengan arsitektur modern yang megah. Membentang dengan total panjang 466 meter, JPO ini terdiri dari jembatan inti sepanjang 166 meter dan jalur pedestrian yang nyaman sejauh 300 meter.

Dengan lebar mencapai 6,6 meter, jembatan ini dipastikan mampu menampung arus pejalan kaki dalam jumlah besar.

Salah satu daya tarik utamanya adalah desain fasad atau muka bangunan yang dibuat melengkung, sengaja dirancang untuk menyerupai kemegahan arsitektur Jakarta International Stadium.

Dibangun dengan struktur kokoh dari beton bertulang dan baja, JPO ini memiliki tinggi clearance dari jalan raya setinggi 5,1 meter, memastikan lalu lintas di bawahnya tetap berjalan lancar.

Baca Juga: Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan

Pramono Anung pun meyakini bahwa JPO yang menggandeng BTN sebagai mitra hak penamaan (naming rights) sehingga resmi bernama "JPO Bersama BTN" ini, akan menjadi lebih dari sekadar infrastruktur fungsional.

"JPO Bersama BTN ini akan menjadi salah satu ikon ibu kota," tegasnya sebagaimana dilansir Antara.

Pembangunan JPO ini juga berjalan paralel dengan proyek infrastruktur krusial lainnya, yaitu pembangunan stasiun Commuter Line (KRL) baru di kawasan Ancol.

Stasiun ini ditargetkan rampung lebih cepat, yakni pada April mendatang, untuk menciptakan sistem konektivitas yang terintegrasi sempurna.

Integrasi antara JPO dan stasiun KRL ini menjadi jawaban atas tantangan akses transportasi publik menuju JIS dan Ancol selama ini.

"Sehingga pada bulan Juni ketika ulang tahun Jakarta kalau kemudian kegiatannya diadakan di JIS atau di Ancol pasti akan memudahkan masyarakat dimanapun untuk bisa hadir," ujar Pramono.

Load More