- Polresta Sleman menangani dua kasus terkait insiden April 2025: penjambretan yang gugur dan laka lantas yang menyebabkan kematian pelaku.
- Kematian pelaku jambret terjadi setelah motornya kehilangan kendali akibat senggolan saat suami korban melakukan pengejaran dengan mobil.
- Upaya *restorative justice* gagal, sehingga berkas kasus kecelakaan suami korban yang telah ditetapkan tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan.
Suara.com - Polresta Sleman membeberkan kronologi terkait kasus seorang suami yang ditetapkan tersangka usai membela istri dari jambret. Kepolisian menyebut ada dua kasus yang ditangani dalam kejadian April 2025 lalu tersebut.
Berdasarkan hasil penyidikan kepolisian, insiden itu tidak terjadi secara serta-merta. Melainkan didahului oleh aksi kejar-kejaran yang melibatkan kontak fisik antar kendaraan dari suami maupun penjambret.
Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, menuturkan bahwa sebelum kecelakaan fatal terjadi, sempat terjadi beberapa kali benturan ringan atau senggolan antara mobil yang dikendarai suami korban dengan motor pelaku.
Puncaknya, benturan terakhir menyebabkan motor pelaku hilang kendali.
"Pada saat pengejaran terjadi beberapa senggolan yang terakhir disenggol terakhir, motor tersebut tertabrak kemudian pelaku jambret terpental sehingga pelaku meninggal dunia di tempat," kata Edy, dalam keterangannya kepada awak media, Minggu (25/1/2026).
Dipaparkan Edy bahwa peristiwa ini bermula ketika sang istri yang sedang mengendarai sepeda motor menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) berupa jambret.
"Perkara itu sekitar bulan April kemudian pada saat itu ada ibu-ibu yang sedang naik motor kemudian ibu tersebut dijambret oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor kemudian menjambret, pelaku melarikan diri," terangnya.
Suami korban yang kebetulan berada di lokasi kejadian dengan menggunakan mobil langsung bereaksi begitu mengetahui istrinya dalam bahaya.
"Pada saat itu kebetulan suami ibu tersebut sedang mengemudikan mobil di sebelah kanan. Kemudian setelah mengetahui istrinya dijambret kemudian pelaku jambret dikejar oleh suaminya tersebut," tuturnya.
Baca Juga: Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Jadi Tersangka: Pakar Ungkap Titik Kritis Pembuktiannya
Dua Perkara
Terkait status hukum, Polresta Sleman memisahkan peristiwa ini menjadi dua penanganan perkara yang berbeda. Kasus penjambretan dinyatakan ditutup atau SP3 usai kedua terduga pelaku meninggal dunia.
"Perkara ini ada dua. Pertama kasus curas penjambretan tersebut ditangani Satreskrim Polresta Sleman karena kedua pelaku meninggal dunia maka perkara tersebut gugur demi hukum dan dilakukan SP3," ujar Edy.
Sementara kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan hilangnya nyawa tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kemudian untuk kejadian laka lantas ditangani oleh Satlantas Polresta Sleman," imbuhnya.
Dalam proses penyidikan kasus kecelakaan ini, pihak kepolisian menegaskan telah mengumpulkan berbagai alat bukti.
Berita Terkait
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Jadi Tersangka: Pakar Ungkap Titik Kritis Pembuktiannya
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Malah Jadi Tersangka, Begini Kronologinya
-
Begundal Kambuhan, Penjambret Sikat iPhone 16 di Kelapa Gading Baru Sebulan Keluar Lapas
-
Polisi Kejar Otak Love Scamming dari Cina, Jaringan Lampung Ikut Dibidik
-
Polisi Bongkar Praktik 'Love Scamming' di Sleman, Korban di Luar Negeri Dijebak Pakai Konten Porno
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG