Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengingatkan calon presiden dan wakil presiden terkait dengan strategi meningkatkan penerimaan negara, salah satunya dari sektor pajak sumber daya alam.
"Harus ada pembahasan mengenai bagaimana meningkatkan penerimaan negara, khususnya sektor pajak," katanya dalam sebuah diskusi yang mengetengahkan tema 'Delapan Agenda Antikorupsi bagi Presiden 2014-2019' di Denpasar, Bali, Jumat (6/6/2014).
Menurut dia, sebagian besar visi dan misi yang diangkat oleh kedua pasangan kandidat menitikberatkan kepada sejumlah program yang tentunya memerlukan adanya anggaran besar dari APBN.
Selama ini peningkatan pendapatan negara, khususnya dari sektor pajak sumber daya alam menjadi salah satu isu pokok yang dinilainya mengalami kecenderungan mengalami penurunan penerimaan, meskipun terjadi penambahan wajib pajak.
"Padahal wajib pajak meningkat dari 6 juta menjadi 24 juta dan petugas pajak jumlahnya stabil sedangkan kebutuhan APBN meningkat," katanya.
Ia menambahkan kebutuhan dalam APBN 2014 yang meningkat menjadi Rp1.800 triliun atau meningkat dibandingkan APBN tahun lalu yang mencapai Rp1.400 triliun juga membutuhkan adanya ide dari kandidat untuk meningkatkan pendapatan negara salah satu yang paling besar adalah pajak dari sektor sumber daya alam. Sektor sumber daya alam yang dimaksud Bambang di antaranya sektor pertambangan batubara dan minyak.
Ia menyatakan bahwa dari hasil studi KPK dan pengumpulan pendapat dari LSM dan tokoh masyarakat selama hampir 10 tahun, penerimaan negara dari dua sektor tersebut sangat banyak dan berpotensi untuk ditingkatkan.
"Apalagi kalau sektor pajak pertambangan diubah seperti angka pajak yang masih sama dengan pajak penghasilan, jika dinaikkan maka pendapatan kita bisa lebih banyak," ucapnya.
Bambang menyontohkan sejumlah negara, di antaranya Australia dan Amerika Serikat yang bahkan menerapkan pajak untuk sektor pertambangan sebesar 40--50 persen sehingga angka tersebut memberikan kontribusi lebih besar bagi APBN.
"Jika itu diterapkan maka APBN kita akan lebih besar dari sekarang sehingga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia menginginkan agar persoalan terkait penerimaan negara dan pajak diangkat dalam debat kandidat capres dan cawapres mengingat banyak sumber daya alam Indonesia yang dieksploitasi, namun penerimaan tidak sebesar dampak eksploitasi. (Antara)
Berita Terkait
-
Terungkap! Artis Cantik Ini Pernah Mau Dijodohkan dengan Prabowo, Kok Gagal Nikah?
-
Akhirnya Jadi Kenyataan! 10 Tahun Lalu Komeng Pernah Berkelakar Ingin Jadi Calon Anggota Dewan
-
Mantan Istri Prabowo Pamer Usai Nyoblos, Titiek Soeharto Beri Salam 2 Jari
-
Singgung Soal Moral, 15 Eks Pimpinan KPK Ingatkan Jokowi soal 'Konflik Kepentingan'
-
Dijadwalkan Dihadiri Jokowi, TNI-Polri Gelar Rapim Hari Ini, Bahas Pengamanan Pemilu 2024
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Parkir Ngepruk di Solo: Mengapa Masalah Parkir Liar Tak Akan Hilang Hanya dengan Dibina
-
Praktis Tinggal Usap, Ini 5 Micellar Wipes Pilihan untuk Kulit Berjerawat
-
Telkom Selesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Pilar Utama Bisnis Wholesale Connectivity
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Masuk Rumah Sakit, Biro Pers: Mari Kita Berdoa
-
Gugat Prosedur Tapi Abaikan Substansi, Strategi Febrie Adriansyah Dinilai Gagal Yakinkan Publik
-
Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD
-
Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
-
Sosok Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei Juara Baca Al Quran Kehilangan Gelar Bangsawan
-
Danantara Mau Beli Saham BEI, Demutualisasi Masih Jadi Tanda Tanya
-
Pemerintah Gagap Komunikasi: Bikin Aturan Dulu, Gaduh Kemudian