Suara.com - Salah satu pendiri Partai Gerindra, Muhammad Harris Indra mengungkapkan, bukan hanya dirinya satu-satunya kader Partai Gerindra yang mendukung Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon presiden RI.
Dia mengklaim, banyak kader dan pengurus Partai Gerindra yang mendukung Jokowi-Jusuf Kalla, namun tak mau bersuara.
"Pengurus Gerindra yang mendukung Jokowi itu banyak. Banyak yang kirim SMS dan BBM (Blackberry Messanger-red) ke saya. Ini bukan klaim loh," ujar Harris.
Namun, kata Harris, dirinya memahami alasan kader dan pengurus Partai Gerindra lainnya yang tidak berani terbuka seperti dirinya mendukung Jokowi.
Menurut Harris, kader dan pengurus Partai Gerindra yang diam-diam mendukung Jokowi belum berani terbuka menyatakan sikap mereka ke masyarakat karena akan ada konsekuensi yang harus dihadapi mereka jika mendukung Jokowi.
"Kalau yang tertutup lebih banyak lagi, tapi tidak ada yang berani. Siapa yang mau bicara terbuka? Ya, pasti ada konsekuensinya. Tidak semua orang kan berani mengambil konsekuensi," ujar Harris.
Alasan mereka lebih memilih Jokowi, lanjut Harris, karena menilai Jokowi merupakan pemimpin terbaik dibandingkan capres lainnya.
"Kita memilih dengan sesuai kemauan hati. Sesuatu yang dipaksakan itu akan cepat cerai. Sejak lama memang ada beberapa BBM dan SMS yang saya terima mengatakan lebih mendukung Jokowi, tapi mereka belum berani terbuka seperti saya. Namun, saya bisa jamin bahwa ada dukungan itu benar adanya," ungkap Harris.
Ia mengaku tidak masalah jika ada kader dan pengurus Partai Gerindra lainnya yang tidak mau terbuka seperti dirinya menyatakan dukungan kepada Jokowi.
"Mereka boleh saja teriak dukung Prabowo atau pasang foto profil Prabowo di BBM. Yang penting di kotak suara nanti mereka pilih Jokowi," ujar Harris. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar