Suara.com - Calon Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengklaim, dirinya dan capres Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki dosa sosial. Dia juga menyatakan sulit mencari kelemahan mereka sehingga berujung kampanye fitnah.
"Orang mau menjadi presiden harus lebih banyak amal sosialnya daripada dosa sosialnya. Jokowi-JK insyaalloh banyak amal sosialnya. Dan alhamdulillah tak punya dosa sosial, tak korupsi," kata Cawapres M Jusuf Kalla saat berdialog dengan relawan Jokowi-JK di markas besar "Tuah Sakato" di Padang, Sumbar, Jumat (6/6/2014).
JK bersama Ny Mufidah Kalla dan rombongan melanjutkan kampanye ke Padang, Sumbar setelah sehari sebelumnya melakukan kampanye di Aceh dan besuk akan berlanjut ke Pekan Baru, Riau.
Sejumlah politisi dari partai pendukung juga ikut serta seperti Eva Kusuma Sundari dari PDI Perjuangan, Abdul Kadir Karding dari PKB, Sugeng Suparwoto dari Nasdem.
Jusuf Kalla menyinggung adanya kampanye fitnah yang meragukan ke-Islaman Jokowi.
Jusuf Kalla juga mengatakan tidak gentar dengan banyaknya dukungan parpol terhadap pasangan lawan. Menurut Jusuf Kalla, orang sering salah sangka dalam pilpres bukan memilih parpol namun memilih figur. Karena itu Jusuf Kalla optimistis rakyat akan lebih memilih Jokowi-JK.
"Dalam Pilpres yang dipilih figur, tidak berapa banyak jumlah parpol," kata Jusuf Kalla.
Dalam kesempatan itu Jusuf Kalla juga menjelaskan perbedaan antara seorang pemberani dan pemarah. Menurut Jusuf Kalla seorang yang tegas adalah yang berani ambil keputusan, dan mau bertanggungjawab.
"Tegas itu berani ambil keputusan, dan bukan marah-marah," kata Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla menjelaskan untuk bertindak tegas tidak harus dengan berteriak-teriak atau marah-marah. Jusuf Kalla menjelaskan Jokowi saat membenahi pasar Tanah Abang telah bertindak dengan tegas, meskipun dilakukan dengan santun tanpa marah-marah.
Dalam pidato lainnya Jusuf Kalla meminta para relawan untuk berani melawan jika ada oknum birokrasi yang melakukan intimidasi kepada masyarakat.
"Kalau ada birokrasi yang mengintimidasi masyarakat maka relawan harus lawan," kata Jusuf Kalla.
Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti oleh dua pasang kandidat Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Jokowi-Jusuf Kalla yang didukung oleh lima partai yakni PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI sedangkan Prabowo-Hatta didukung oleh enam partai yaitu Gerindra, PAN, PPP, Golkar, PKS dan PBB. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi
-
Achilles Bidik Kebutuhan Bisnis dari Transaksi hingga Pendanaan
-
1.300 Penerbangan Dibatalkan karena Topan Dolphin di Shanghai
-
Mitos macOS Lebih Aman Runtuh: Riset Kaspersky Ungkap Pengguna Mac Lebih Rentan Terkena Malware
-
Cushion Glad2Glow Pink dan Silver, Apa Bedanya? Ini Kelebihan Masing-Masing
-
Eks Menhan Mark Esper: Tawaran Damai Iran Konyol, Merasa Lagi di Atas Angin
-
Selat Hormuz Siap Dibuka Jika AS Mau Bayar Kompensasi ke Iran, Berapa Nominalnya?
-
PLTA Garung Pasok Energi Bersih ke Sistem Jawa-Bali, Aliri Listrik 30 Desa
-
Tak Risih Dijuluki Gubernur Persija, Pramono Optimis Juara Liga 1 Jadi Kado 500 Tahun Jakarta
-
5 Film Terbaru Agustus 2026, Ada Dear You Hingga The Tao Exorcist!