News / Nasional
Jum'at, 06 Juni 2014 | 16:25 WIB
Calon Presiden Joko Widodo (kiri) menyapa sejumlah warga Kota Jayapura, Papua, Kamis (5/6). [Antara/Widodo S. Jusuf]

Suara.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berharap bisa segera meminta penjelasan dari calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan dugaan kampanye di luar jadwal. Pasalnya, Jokowi sudah dua kali tidak memenuhi panggilan.

"Informasi dari tim hukum Jokowi-JK tadi pagi, lewat pengacara, mudah-mudahan Pak Jokowi bisa hadir. Sama seperti kemarin bilangnya akan hadir, tapi tidak, dan untuk hari ini, kita doakan bisa hadir, bisa tatap muka dan dimintai keterangan," kata anggota Bawaslu Nasrullah di kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (6/6/2014).

Bawaslu berharap pada pemanggilan ketiga, Jokowi hadir. Bila Jokowi tetap tidak hadir pada pemanggilan ketiga, kata Nasrullah, Bawaslu akan bersikap tegas.

"Saya pikir Bawaslu akan ambil sebuah sikap," katanya.

Dua kali pemanggilan, Jokowi tidak hadir dengan alasan sedang mengikuti jadwal kampanye di luar kota.

Dugaan kampanye di luar jadwal yang dilakukan Jokowi, yakni ketika ia mengambil nomor urut peserta pemilu di KPU, 1 Juni 2014. Ketika itu, Jokowi mengajak masyarakat untuk memilih nomor urut dua di pilpres 9 Juli 2014.

Load More