Suara.com - Pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menjadi calon presiden yang menerima paling banyak kampanye negatif jelang pemilihan presiden pada 9 Juli mendatang, demikian hasil riset percakapan media sosial oleh Politicawave, Jumat (6/6/2014).
Kampanye negatif yang dimaksud Politicawave dalam siaran persnya, merupakan bentuk-bentuk kampanye politik yang berupaya mengupas dan memamerkan rekam jejak negatif dan kesalahan para kandidat.
Menurut data Politicawave, yang menganalisis percakapan bernada negatif di media sosial Twitter, Facebook, YouTube, Blog, Forum Online, dan Situs berita online, sebanyak 86,5 persen kampanye bernada miring terhadap Prabowo-Hatta adalah kampanye negatif.
"Seperti diberhentikan dari militer, menolak panggilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, dan keluar ke Yordania," jelas Politicawave.
Sementara kampanye fitnah, tentang Prabowo dan Hatta hanya berjumlah 13,5 persen. Kampanye fitnah soal Prabowo-Hatta antara lain soal pemukulan di kantor Komisi Pemilihan Umum dan penipuan bahwa Prabowo punya dua kewarganegaraan.
Sementara pasangan nomor dua, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, menurut pantauan Politicawave selama periode 1 hingga 31 Mei lalu, adalah yang paling banyak diserang oleh kampanye fitnah.
Sekitar 94,9 persen sentimen negatif soal Jokowi-Kalla di media online berisi informasi sesat penuh fitnah. Sejumlah kampanye palsu soal Jokowi dan Kalla di media online adalah soal soal agama dan ras Jokowi, surat pemeriksaan oleh kejaksaan agung dalam kasus bus Transjakarta, dan iklan kematian Jokowi.
Adapun kampanye negatif tentang Jokowi-Kalla hanya sekitar 5,1 persen. Beberapa di antaranya seperti video kritikan Kalla terhadap Jokowi dan tentang mobil Esemka di Solo, Jawa Tengah.
Meski demikian, Politicawave menegaskan bahwa kampanye hitam belum tentu berasal dari lawan-lawan politik atau tim sukses para pasangan calon presiden tersebut.
"Masyarakat juga harus cerdas dan bijak dalam menghadapi kampanye hitam. Selalu periksa sumber berita penyebaran kampanye hitam tersebut," imbau Politicawave, sambil mewanti-wanti untuk jangan mudah percaya pada akun anonim di Twitter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah