Suara.com - Selama dua periode sejak kelahirannya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu menerima sebanyak 1.389 pengaduan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu.
"Ada 1.389 aduan, di mana 1.065-nya dismis dan yang disidangkan ada 324 kasus," demikian diungkapkan Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie dalam acara Ulang Tahun DKPP di kantor DKPP, Jakarta, Kamis (12/6/2014).
Dari kasus tersebut, DKPP telah memberikan tindakan berupa pemberhentian sementara terhadap 13 pejabat dan pemberhentian tetap kepada 207 pejabat. Sedangkan 243 pejabat lagi baru diberi peringatan secara tertulis. Sedangkan 497 pejabat lainnya direhabilitasi.
DKPP merupakan lembaga pertama yang dibentuk untuk mengontrol etika penyelenggara pemilu. Hukuman pemecatan dinilai lebih tepat ketimbang hukuman pidana yang memakan waktu lama.
Jimmly berharap DKPP bisa menjadi contoh bagi penyelenggara negara lainnya.
Dia menganalogikan dengan banyaknya orang yang dihukum dan hanya membuat penjara penuh. Penjara yang penuh akan membuat menjadi 'school of crimes' untuk penghuninya dan hal itu akan terus terulang.
"Saya bersyukur Pak (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) SBY sudah menyetujui rancangan itu agar bisa mengontrol etika para pejabat negara," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
Terkini
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya
-
BGN Tegaskan Info Pembukaan PPPK Tahap 3 Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
-
KPK Soroti Mobil Dinas Rp 8,5 M Gubernur Kaltim, Ingatkan Risiko Korupsi Pengadaan
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Parade Harmoni Imlek Nusantara 2026 Digelar Sore Ini, Cek Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran