Suara.com - Pemimpin redaksi tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono, mengatakan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri bisa mengklarifikasi isi tabloid bila dianggap salah.
"Kalau ada yang tidak sesuai di media silakan diklarifikasi," kata Setiyardi di acara diskusi bertema 'Hitam Putih Kampanye' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/6/2014).
Dari sisi Setiyardi, konten tabloidnya sudah sesuai dengan fakta.
"Terkait bus karatan, Pak Jokowi sudah klarifikasi bahwa nama Mikhael tidak terlibat karena sebelumnya kita sebut dia terlibat. Fakta juga menyebutkan bahwa ibu Mega menyebut Jokowi sebagai petugas iartai. Itu fakta media dan kalau saya keliru mohon diklarifikasi saja. Mungkin ibu Mega bisa menjelaskan bahwa Pak Jokowi itu bukan boneka partai," katanya.
Setiyardi adalah mantan wartawan Majalah Tempo yang kini menjadi asisten Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Setiyardi, ia berhak mengritisi siapapun karena sekarang sudah era reformasi. Ia merasa penerbitan tabloid itu sebagai bagian dari kebebasan pers.
"Menurut masyarakat, ada yang menanggap ini benar dan ada juga yang menganggap salah, karena ini merupakan buah dari hasil yang kita perjuangan dengan darah dan air mata. Kita juga lihat ada teman-teman di Facebook yang maki-maki presiden, itu tidak apa-apa, enak-enak saja, itu kebebasan berpendapat, kebebasan pers," kata Setiyardi.
Sedangkan dari sisi tim sukses pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla, Firman Jaya Daeli, konten tabloid tersebut merupakan wujud kampanye hitam (black campaign). Sebab, kata Firman, mayoritas isinya tidak sesuai dengan fakta.
Ia menyontohkan kata 'petugas partai.' Menurut Firman, pengelola tabloid menafsirkan sendiri kata tersebut dengan 'boneka partai.'
Firman menjelaskan pernyataan 'petugas partai' yang dilontarkan Megawati Soekarnoputri kepada Jokowi sama sekali tidak dimaksudkan sebagai 'boneka partai.'
"Ini sudah kampanye hitam, karena banyak yang tidak sesuai. Kenapa juga menggunakan SARA, padahal prinsip kita itu Bhineka Tunggal Ika, selain itu penafsiran terhadap terminologi petugas partai itu, soalnya Bu Mega tidak pernah menyebutnya boneka partai. Jokowi itu pribadi yang mandiri dan cerdas, tidak ada yang bisa mengekang dia," kata Firman.
Tabloid tersebut disebarkan secara masif ke masjid-masjid dan pondok pesantren di Pulau Jawa.
Edisi pertama tabloid tersebut tertanggal 5-11 Mei 2014. Pada terbitan pertama mengangkat judul utama “Capres Boneka.” Kemudian ada karikatur Jokowi tengah mencium tangan Megawati Soekarnoputri .
Kemudian pada edisi kedua mengangkat judul utama “1001 Topeng Jokowi.”
Para tokoh agama yang menerima kiriman tabloid lewat jasa pos, heran dengan isinya. Mereka tidak percaya begitu saja dengan pesan yang ditulis tabloid.
Tag
Berita Terkait
-
Bicara Etika Kekuasaan di Ponpes Al Falah, Jokowi Ingatkan Dirinya Tetap Orang Kampung
-
Viral! Akun Resmi Jokowi Mendadak Repost Konten Melva Pardede Lalu Dihapus Lagi, Ada Apa?
-
Tanggapi Spekulasi Budi Arie Soal 'Percepatan', Puan: Ikuti Konstitusi, Pemerintahan Per Lima Tahun
-
Viral Rapper Jepang Young Coco Disebut Mirip Jokowi, Netizen: Ini Lil Owi!
-
Tantang Sumpah Pocong! Botok Bantah Aksi Rakyat Pati di DPR Ditunggangi Jokowi
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target