Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, Jabar, masih kekurangan ribuan surat suara untuk Pilpres 2014, sehingga melakukan jemput bola ke KPU Provinsi dan Pusat.
Ketua KPU Cianjur, Anggy Shofia Wardany, Minggu (6/7/2014), mengungkapkan kekurangan surat suara yang rusak setelah dilakukan penyortiran dan telah diajukan untuk penggantian.
Sebanyak 5.044 surat suara penganti telah didistribusikan dari KPU Pusat ke KPU Provinsi Jabar, namun belum sampai ke Cianjur.
"Divisi Teknis KPU Cianjur, akan jemput bola ke KPU Provinsi, untuk mengambil surat suara sebanyak 5.044 lembar, dikawal polisi," katanya.
Sedangkan kekurangan surat suara sebanyak 3032 lembar yang belum didistribusikan KPU Pusat, pihaknya telah menugaskan Divisi Logistik KPU Cianjur, untuk memastikan kapan surat suara itu didistribusikan ke Cianjur.
"Kalau hanya menunggu dikhawatirkan akan mengalami keterlambatan. Secara tidak langsung proses pelaksanaan pilpres bisa terganggu karena saat surat suara sampai ke Cianjur, harus disortir kembali untuk memastikan tidak ada lagi kerusakan," ungkapnya.
Namun pihaknya memastikan kekurangan tersebut, akan segera teratasi sehingga tidak akan menganggu berjalannya Pilpres tanggal 9 Juli. "Kami siasati dengan pengiriman ke wilayah selatan didahulukan. Sehingga kekurangan untuk wilayah kota dapat dengan cepat didistribusikan," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, meminta KPU Cianjur, segera mendistribusikan logistik pilpres untuk wilayah yang terjauh seperti wilayah selatan dan untuk kekurangan surat suara segera berkoordinasi dengan KPU Provinsi dan Pusat.
"Untuk kekurangan surat suara bisa diantisipasi dengan mengirim untuk wilayah selatan terlebih dahulu. Kami sudah dikoordinasikan agar seluruh logistik pilpres telah sampai di masing-masing titik dua hari sebelum pilplres," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Prabowo Saksikan 10 MoU RIKorea Selatan, Perkuat Kemitraan Strategis
-
Akhirnya Israel Khianati AS, Stok Rudal Tomahawk Makin Sedikit
-
WFH ASN Setiap Jumat, DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sampai Jadi Ajang 'Long Weekend'
-
Amsal Sitepu Divonis Bebas, Anggota DPR Desak Jaksa Diberi Sanksi Akibat Dakwaan Gagal
-
Jakarta 'Dikepung' Sampah, Pramono Anung: Sebentar Lagi Terselesaikan
-
Surat Keterangan Pendidikan Gibran Digugat, Subhan Palal Sebut Tidak Sah dan Harus Batal Demi Hukum
-
Israel Tolak Ikut Invasi Darat ke Iran, Kemarahan Publik AS Meledak
-
'Sudah Sampai di Situ', Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Lagi Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Apa yang akan Dilakukan Pemerintah Indonesia?