Suara.com - Pemerintah Kota Bengkulu memperketat pengawasan pendatang dari luar daerah guna mengawasi masuknya penghuni Lokalisasi Dolly, Surabaya ke Bengkulu.
"Memang sudah ada informasi, sebagian penghuni Dolly menyebar ke daerah lain, termasuk Kota Bengkulu, karena itu kami mengantisipasi agar mereka tidak pindah ke daerah ini," kata Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, di Bengkulu, Selasa (8/9/2014).
Dia mengatakan pihaknya meningkatkan intensitas pengawasan jalur masuk, baik jalur transportasi darat, laut, maupun udara.
"Kami mengawasi bandara, pelabuhan dan terminal. Pendatang yang berkunjung ke Bengkulu, kita lihat identitas dan asal usulnya," kata dia.
Pendatang yang ditemukan berasal dari Pulau Jawa akan dilakukan pemantauan khusus dan mereka yang terindikasi penghuni Dolly akan dilakukan pemulangan ke daerah asal.
"Kita tidak mau mereka melakukan tindakan kegelapan di daerah Bengkulu, karena kita sudah menerapkan program Bengkulu religius," ucapnya.
Wali kota mengatakan pihaknya melalui Dinas Sosial Kota Bengkulu, melakukan pengawasan khusus di eks lokalisasi RT.8, Pulau Baai, daerah itu.
"Kami akan datang dari pintu ke pintu, selain untuk pengawasan, juga untuk membina warga RT.8, kami membawa ustaz, pastur, pendeta dan biarawan untuk memberikan pencerahan agama kepada penghuni eks lokalisasi itu," kata Helmi.
Dia mengungkapkan penutupan serupa dengan Lokalisasi Dolly di eks lokasisasi RT.8 merupakan langkah yang kurang tepat, karena APBD Bengkulu jauh lebih kecil dibandingkan dengan Surabaya.
"Kita tidak sanggup bagi-bagi uang seperti di sana, karena itu kita lebih mengedepankan tindakan persuasif dengan menanamkan nilai dan norma agama di eks lokalisasi," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna