- Anggota DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, mengkritik kegagalan Pemprov DKI menangani masalah premanisme dan tawuran yang terus berulang.
- Justin mendesak Gubernur Pramono Anung menerapkan sanksi tegas, seperti pencabutan bansos bagi keluarga pelaku tawuran, demi efek jera.
- Pemprov DKI didesak mengoptimalkan ribuan aparatur dan dana hibah Rp315 miliar untuk menjamin keamanan serta ketertiban warga Jakarta.
Suara.com - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Justin Adrian Untayana, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menangani premanisme hingga tawuran yang meresahkan.
Justin menilai ketidakmampuan Pemprov DKI Jakarta dalam mengantisipasi gangguan keamanan merupakan sebuah kegagalan yang fatal.
“Gubernur kita ‘lembek.’ Masalah tawuran saja tidak bisa diselesaikan dan terus terjadi berulang kali. Apalagi yang lebih terorganisir seperti premanisme,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).
Justin juga mempertanyakan keberanian Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk mengambil tindakan yang lebih ekstrem guna memberikan efek jera.
“Saya pernah mendorong agar Mas Gubernur berani mencabut bansos (bantuan sosial) satu kartu keluarga (KK) kalau anak-anaknya atau anggota-anggota keluarga lainnya terlibat tawuran. Tapi, itu saja Mas Gubernur terlihat enggan. Masalah seperti ini tidak akan hilang tanpa adanya sikap yang tegas,” sambungnya.
Pendekatan yang terlalu lembut seperti melalui imbauan tidak akan pernah bisa menghapus perilaku buruk dan kriminalitas di ibu kota.
“Perlu ada konsekuensi dan penindakan yang tegas,” terusnya.
Justin mengingatkan, Jakarta didukung puluhan ribu aparatur yang seharusnya mampu menjaga ketertiban umum secara maksimal.
“Jadi, secara kuantitas SDM (Sumber Daya Manusia) seharusnya tidak kekurangan. Hibah kita untuk Forkopimda sebagai wadah koordinasi lintas aparat juga tidak kecil, yaitu sebesar Rp 315 miliar,” ujarnya.
Baca Juga: Targetkan 9 Kursi di Banten, Sekjen PSI: Kursi Partai Lain Boleh Disunat, Gerindra Jangan
Pada akhirnya, Justin mendesak Pemprov DKI untuk menjaga amanah pajak warga dengan menunjukkan hasil nyata dalam pemberantasan premanisme maupun aksi kenakalan remaja.
“Harus bisa tegas dan serius. Ini berkaitan juga dengan pajak warga Jakarta yang perlu dipertanggungjawabkan. Jangan sampai belanja miliaran rupiah itu menjadi sia-sia karena Pemprov DKI tidak bisa menindak yang terus merugikan masyarakat,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Targetkan 9 Kursi di Banten, Sekjen PSI: Kursi Partai Lain Boleh Disunat, Gerindra Jangan
-
Resmi! Kaesang Umumkan Anggota DPD RI Bustami Zainudin Gabung PSI
-
Jasa Boyong Jokowi dari Solo Diungkit, PSI: Penentu Kemenangan Itu Rakyat, JK Pasti Paham Ini
-
Kaesang Dorong PSI Lampung Kolaborasi dengan Parpol Lain, Songsong Pemilu 2029
-
Hobi Comot Kader Parpol Lain, PSI Dinilai Gagal Bangun Kader Sendiri
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi
-
Geledah 5 Jam, KPK Sita Moge Harley Davidson hingga Porsche di Rumah Silmy Karim
-
Mapala Kritik Kemenhut: Kami Bawa Data Kerusakan, Malah Disuruh Tanam Pohon
-
Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Naik Hingga Rp15 Ribu, Bukan Lagi Rp3.500