Suara.com - Politisi PDIP yang sekaligus anggota tim sukses pasangan capres dan cawapres Jokowi-JK, Arief Budimanta, mengatakan bahwa sampel merupakan kunci atau tolok ukur untuk menentukan ketepatan sebuah quick count atau survei. Menurutnya, quick count bukan untuk dipamerkan dan untuk menyenangkan salah satu pihak saja tetapi harus jujur dan benar.
"Dalam setiap pengambilan survei, jumlah sampel jadi ukuran untuk menentukan signifikansi dari hasil survei atau quick count tersebut. Dalam survei ada prinsip gigo (garbage in garbage out) artinya jika kita memasukkan sampah maka yang keluar juga sampah, hasil survei bukan untuk nyenangin saja tapi harus jujur," kata Arief dalam diskusi yang bertajuk 'Republik Quick Count' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu(12/7).
Oleh karena itu dia sangat mengharapkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus bekerja lebih profesional dan lebih independen dalam melakukan real count atau penghitungan surat suara yang masuk.
"Kita perlu KPU yng independen dan profesional, bekerja dengan jujur tanpa intervensi pihak luar," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas
-
Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma
-
KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan
-
Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
-
Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?
-
Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan
-
Hanya Berlaku Hari Ini, Tarif MRT Jakarta Dibanderol Rp243
-
Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran
-
MRT Berlakukan Tarif Rp243 Bagi Pelanggan Khusus Hari Ini, Berikut Persyaratannya