Suara.com - Anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi), Hamdi Muluk, menanggapi soal teror yang dialami oleh beberapa lembaga survei anggota Persepi pascapilpres. Menurut Hamdi, kekerasan bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan persoalan.
"Jadi kalau posisi di Persepi saya sebagai Dewan Etik, mari kita lakukan proses audit investigasi ini secara keilmuan. Kita tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan," kata Hamdi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2014).
Hamdi menambahkan, kekerasan akan memancing kekerasan lagi. Dia menegaskan, cara-cara intimidasi teror seperti itu adalah cara lama yang harus ditinggalkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa lembaga survei yang merupakan anggota Persepi diteror pascapenyelenggaraan Pilpres. Salah satunya adalah kantor Kantor lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang dilempari bom molotov pada Jumat (11/7/2014) dini hari. Demikian pula dengan kantor Poltracking Institute. Lembaga yang membatalkan penayangan hasil quick count mereka di stasiun tvOne itu juga diteror.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya