Suara.com - Belasan orang tewas dalam serangkaian serangan yang terjadi di Provinsi Xinjiang, Cina, hari Senin (28/7/2014). Serangan dilancarkan sekelompok orang ke gedung pemerintahan dan kantor polisi di wilayah tersebut.
Para penyerang bersenjatakan pisau itu melakukan serangan terkoordinasi di kota Elixhu dan Huangdi. Selain membunuh orang, mereka juga merusak kendaraan warga.
Kantor berita Xinhua hanya menyebutkan belasan warga sipil Han Cina tewas, namun tidak mengatakan jumlah pasti orang yang menjadi korban. Tidak disebutkan pula identitas para penyerang. Sementara itu sedikitnya ada 31 mobil yang dirusak dan ada 6 mobil yang dibakar.
Xinjiang merupakan provinsi yang memiliki cadangan minyak dan gas alam di Cina. Provinsi ini telah lama dibayangi ketegangan antar-etnis yakni imigran Han dan warga penutur Bahasa Turki, yang sebagian besar adalah kelompok etnis Muslim Uighur. Etnis Muslim Uighur memang telah lama memprotes diskriminasi dalam bidang keagamaan dan ekonomi yang dilakukan oleh etnis Han.
Sebuah foto yang beredar di internet menunjukkan sedikitnya ada lima lokasi yang menjadi tempat terjadinya serangan. Serangan terjadi selama enam jam pada Senin pagi. Disebutkan pula, sepasukan tentara yang dikerahkan ke lokasi menewaskan 16 penyerang.
Seorang polisi kota Elixhu membenarkan kejadian tersebut, namun tidak bersedia memberikan informasi lebih lanjut. (WSJ)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara