- John Bolton memperingatkan Iran dapat memperoleh nuklir dari Korea Utara dalam 72 jam melalui transfer dana cepat.
- Pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran memicu protes domestik dan kekhawatiran global.
- AS menghancurkan 16 kapal ranjau Iran dekat Selat Hormuz, memicu ancaman dan serangan balasan rudal Iran.
Suara.com - Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi kerja sama militer antara Iran dan Korea Utara.
Bolton mengklaim bahwa Teheran bisa saja memperoleh senjata nuklir dari Pyongyang hanya dalam waktu tiga hari, di tengah upaya Presiden Donald Trump yang terus menekan rezim tersebut melalui operasi militer.
Menurut Bolton, prosedur akuisisi ini bisa dilakukan melalui transfer dana cepat ke Bank Sentral Korea Utara.
"Rezim otoriter tersebut kemudian dapat mengirimkan perangkat nuklir melalui pesawat dengan rute melewati Rusia menuju Iran. Semua itu bisa tuntas dalam waktu 72 jam setelah permintaan diajukan," jelas Bolton, dilansir via Mail.
Bolton menegaskan bahwa hubungan antara Iran dan Korea Utara dalam poros Tiongkok-Rusia saat ini merupakan ancaman serius bagi keamanan global.
Ia juga berpendapat bahwa potensi kepemilikan nuklir ini menjadi alasan yang cukup kuat bagi AS untuk mendorong perubahan rezim di Teheran, baik itu nantinya berupa pemerintahan militer maupun demokrasi.
Meskipun serangan AS melalui "Operasi Epic Fury" telah merusak infrastruktur nuklir Iran, Bolton memperingatkan bahwa Teheran sedang melakukan pembangunan kembali dengan cepat.
Ketegangan ini semakin memuncak menyusul pengangkatan Mojtaba Khamenei (56) sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas terbunuh.
Pengangkatan Mojtaba, yang dikenal sebagai sosok garis keras, memicu gelombang protes di dalam negeri Iran dengan teriakan "Kematian bagi Mojtaba".
Baca Juga: Kelakuan Zionis! Diam-diam Israel Tebang Ratusan Pohon Zaitun, Kenapa Gak Pohon Gharqad?
Presiden Trump sendiri menilai penunjukan tersebut hanya akan memperburuk situasi. "Ini hanya akan mengarah pada pengulangan hal yang sama," tegas Trump yang kini bersiap meluncurkan gelombang serangan baru.
Di medan tempur maritim, Komando Pusat AS (US Central Command) mengumumkan telah menghancurkan 16 kapal penebar ranjau Iran di dekat Selat Hormuz pada Selasa (10/3/2026).
Langkah ini diambil setelah Teheran mengancam tidak akan membiarkan "satu liter pun minyak" keluar dari Timur Tengah jika serangan AS terus berlanjut.
Gedung Putih sebelumnya telah memperingatkan bahwa Iran akan dipukul pada level yang "belum pernah terlihat sebelumnya" jika mereka nekat menaruh ranjau di Selat Hormuz, jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman.
Ketegangan verbal pun memanas. Donald Trump memperingatkan Mojtaba Khamenei bahwa ia tidak akan bisa "hidup dalam damai" dan mengancam Iran dengan "kematian, api, dan kemurkaan" jika Selat Hormuz tetap ditutup.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani, meremehkan ancaman tersebut.
"Iran tidak takut dengan gertakan kosong Anda. Bahkan mereka yang lebih besar dari Anda tidak bisa melenyapkan bangsa Iran. Hati-hati agar Anda sendiri yang tidak dilenyapkan!" balas Larijani.
Hingga Selasa malam, sirene peringatan dilaporkan terdengar di Dubai dan Tel Aviv, menyusul laporan Garda Revolusi Iran yang meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Al-Dhafra (Abu Dhabi) dan Juffair (Bahrain).
Berita Terkait
-
Korea Utara Bela Iran, Dukung Penuh Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan AS Israel
-
Siap-siap Hujan Rudal Iran
-
Subuh Mencekam di Toronto: Konsulat AS Ditembaki OTK, Pelaku Kabur Pakai Honda CR-V
-
5 Pemain 'Membelot' ke Australia, Pemerintah Iran: Pulanglah, Jangan Terhasut Propaganda AS
-
Israel Panik: Rumah Benjamin Netanyahu Dijaga Ketat, Pejabat Kabur dan Berebut Rantis
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi
-
Bocah 6 Tahun Diduga Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik di Taman Kramat Pulo
-
Jangan Cuma Naikkan Harga! Publik Tagih Transparansi Komponen Pembentuk Harga Pertamax
-
MBG Watch 'Segel' Kantor Badan Gizi Nasional, Tuntut Moratorium dan Audit Total
-
Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia
-
Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng
-
Main Mata Audit Smart TV! KPK OTT 5 ASN BPK Pengembangan Kasus Bupati Muara Enim
-
Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah
-
Sony Sonjaya Ajukan JC, LPSK Masih Tunggu Permohonan Perlindungan
-
5 Kali Maju Pilpres Kejar Kursi RI 1, Prabowo: Saya Lihat dari Tahun 90-an Indonesia Salah Arah!