Suara.com - Sejumlah anggota kepolisian di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, menjemput paksa warga Desa Pungkat yang diduga terlibat kerusuhan dan pembakaran alat berat milik PT Setia Agro Lestari (SAL) Juni 2014.
"Informasi yang saya terima, ada sekitar 150 Aparat Brimob dan Polres Indragiri Hilir, termasuk 50 petugas Satpol PP Pemkab diberangkatkan kemarin malam dan kemudian bertolak dari Desa Belantaraya menuju Desa Pungkat kemarin sekitar pukul 03.00 WIB untuk menjembut warga itu," kata Camat Gaung, Sahbudi kepada pers lewat sambungan telepon, Kamis (7/8/2014).
Konflik sengketa wilayah perkebunan antara masyarakat Desa Pungkat dengan PT Setia Agro Lestari berlangsung pada Juni 2014.
Sesuai intruksi yang disampaikan bupati, kata dia, bahwa pemerintah kecamatan sudah mengetahui akan ada aparat dari kepolisian untuk datang menjemput warga Desa Pungkat yang diduga melakukan pembakaran alat berat PT SAL beberapa waktu lalu dan saat ini aparat tersebut sudah berada di lokasi.
Sumber dari masyarakat menyatakan, ratusan aparat keamanan itu sudah mendatangi rumah-rumah penduduk dan melakukan penangkapan warga yang mangkir saat dilakukan pemanggilan oleh pihak Polres Indragiri Hilir untuk diperiksa.
Bahkan, dilaporkan, sudah berjumlah puluhan orang dan warga yang ditangkap tersebut kemudian dibawa ke Desa Belantaraya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, sejauh ini pihak kepolisian belum dapat dimintai tanggapannya atas aksi penjemputan warga Desa Pungkat ini. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar
-
Update Bentrok Berdarah di Menteng: Satu Korban Meninggal di RSCM, Lainnya Kritis
-
Kronologi Bentrok Berdarah di Menteng: 2 Orang Terluka, 3 Ditangkap Polisi
-
Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan
-
Belfast Membara! Kerusuhan Anti-Imigran Meledak, Rumah dan Bus Dibakar Massa
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan