- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjajaki rencana konser BTS di Jakarta pada akhir tahun 2026 mendatang.
- Pertemuan dengan Wakil Wali Kota Seoul membahas potensi kerja sama industri kreatif, budaya, dan manajemen pertunjukan.
- Pramono memilih Stadion Utama GBK daripada JIS sebagai lokasi konser setelah mempertimbangkan masukan aksesibilitas dari penggemar.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjajaki rencana penampilan grup K-Pop ternama, BTS, di Jakarta pada akhir tahun 2026. Hal tersebut dibahas dalam pertemuannya dengan Wakil Wali Kota (Vice Mayor) Seoul dalam rangkaian kunjungan kerja ke Korea Selatan.
Pramono mengaku telah berdiskusi benyak dengan otoritas Seoul, termasuk pengembangan industri kreatif dan budaya populer.
“Pertemuan saya dengan Vice Mayor Seoul berjalan dengan baik. Berdiskusi banyak hal, mulai dari hal yang bersifat serius sampai dengan yang bersifat kekinian, termasuk sampai dengan berdiskusi tentang BTS,” ujar Pramono dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (26/4/2026).
Pramono pun menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini dapat terealisasi guna memberikan hiburan bagi masyarakat ibu kota.
Selain membicarakan prospek konser BTS, pertemuan tersebut juga menyentuh potensi kerja sama di bidang kuliner (K-Food) dan manajemen penata tari (K-Choreographer).
Terkait teknis pelaksanaan di Jakarta, Pramono menegaskan bahwa dirinya memutuskan untuk tidak lagi mendorong penggunaan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai lokasi konser idol grup tersebut.
Langkah ini diambil setelah ia menerima masukan dan protes dari para penggemar BTS (ARMY), termasuk dari anggota keluarganya sendiri.
Para ARMY menilai Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan lebih layak sebagai lokasi konser karena kemudahan akses transportasi publik serta sistem alur keluar-masuk penonton yang lebih memadai untuk kapasitas besar.
“Kemarin, saya sempat bilang ingin BTS tampil di JIS, tapi ARMY langsung ramai protes, termasuk anak saya. Mereka bilang lebih baik di GBK. Ya, sudah, kali ini saya mengalah. Kalau di GBK juga tidak apa-apa,” ungkap Pramono.
Baca Juga: Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus
Gubernur memastikan pemerintah provinsi akan terus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Jakarta, termasuk memfasilitasi kehadiran artis-artis mancanegara demi memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG
-
BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap
-
Kapolda Riau Beri Nama Nona Seroja untuk Anak Gajah di Tesso Nilo, Apa Maknanya?