News / Nasional
Jum'at, 08 Agustus 2014 | 14:49 WIB
Sejumlah tokoh lintas agama menggelar diskusi menolak ISIS di Jakarta, Senin (4/8). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Melalui salat Jumat sebagai salah satu media, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Utara (Malut) menyosialisasikan bahaya ideologi ISIS (Negara Islama Irak dan Suriah) kepada umat Islam di daerah itu.

Dalam kesempatan itu, pengurus MUI Malut, Harun Ginoni, menjadi khatib pada shalat Jumat di Masjid Islah Ternate. Ia mengimbau umat Islam di daerah ini untuk menolak jika ada kelompok tertentu yang mengajak masuk dalam ISIS. Menurutnya, ideologi yang diusung ISIS sangat berbahaya.

Bahaya ideologi ISIS di antaranya dapat memecah keutuhan umat Islam. Hal itu karena ideologi yang merupakan bagian dari organisasi Al Qaidah ini mengajarkan radikalisme. Ia mencontohkan, peperangan dengan siapa pun yang tidak sejalan dengan ideologi mereka.

Umat Islam di Malut, kata Harun Ginoni, jangan terkecoh dengan simbol-simbol Islam yang ditampilkan ISIS. Ia mengatakan, bahaya lainnya organisasi ISIS dilihat dari kepentingan berbangsa dan bernegara adalah dapat merusak kesatuan Negari RI.

Ideologi ISIS juga sangat membahayakan kelestarian nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia, lanjut Harun, ideologi itu menentang kegiatan adat istiadat, tahlilan dan ziarah kubur yang selama ini merupakan nilai-nilai yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia. (Antara)

Load More