News / Internasional
Jum'at, 08 Agustus 2014 | 06:42 WIB
Dua militan ISIS di Khazer, Irak. Reuters/Stringer)

Suara.com - Warga Kristiani Irak terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka di Kota Qaraqosh hari Kamis (7/8/2014), setelah pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengambil alih kota tersebut pada Rabu (6/8/2014) malam.

Selama ini, Qaraqosh menjadi tempat perlindungan bagi warga yang mengungsi dari Mosul, kota pertama yang dikuasai ISIS.

"Sebelumnya kami berpikir kami bisa bertahan, Tapi sekarang tak ada harapan warga Kristen bisa kembali lagi ke Irak," kata Abu Maykel, seorang warga yang meninggalkan Qaraqosh pekan lalu.

Ia berharap bisa bertahan di kampung halamannya tersebut. Namun ia terpaksa mempertimbangkan keputusannya tersebut setelah ISIS mendekati Qaraqosh. Kota kecil berpenduduk 50.000 orang itu tidak mendapat pasokan air dan listrik sejak ISIS mengambil alih Mosul.

Mereka juga harus hidup dalam ketakutan. Sampai akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi, menyusul rombongan warga Kristen lain yang sudah lebih dahulu mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Jaraknya hanya kurang dari satu kilometer saja. Suara (pertempuran) menakuti istri dan anak-anak saya," kata Abu Maykel.

Ketakutan mereka terbukti, saat Rabu malam, pasukan Kurdish Peshmerga menarik pasukannya dari kawasan tersebut. Sejumlah desa yang dihuni mayoritas warga Kristen pun jatuh ke tangan pasukan ISIS.

Sebagaimana dilansir Independent, warga Kristen di Mosul dan sekitarnya dihadapkan pada situasi dilematis. Mereka diminta memilih sejumlah pilihan yang sulit. Seperti pengakuan seorang sopir asal Mosul, Khalil Touma.

"Saya diberi waktu tiga hari untuk memilih, memeluk Islam, membayar jiza - pajak khusus yang dikenakan pada warga Kristen di bawah pemerintahan ISIS -, atau pergi," kata sopir berusia 43 tahun itu.

Karena dirinya tidak mau membayar pajak dan khawatir bahwa ISIS akan datang dan meminta lebih banyak, iapun memutuskan pergi. Pada bulan lalu, setiap warga Kristen di Mosul pun mengambil keputusan yang sama dengan Khalil.

ISIS mengeluarkan ultimatum agar semua warga Kristen meninggalkan Mosul sebelum 19 Juli. Semua rumah orang Kristen ditandai dengan huruf "N", yang berarti Nasare atau Nasrani. Properti warga Kristen disita dan penghuninya diminta pergi tanpa membawa banyak harta benda. ISIS juga merusak sejumlah tempat bernilai historis seperti makam Nabi Yunus. (Independent)

Tag

Load More