Suara.com - Warga Kristiani Irak terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka di Kota Qaraqosh hari Kamis (7/8/2014), setelah pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengambil alih kota tersebut pada Rabu (6/8/2014) malam.
Selama ini, Qaraqosh menjadi tempat perlindungan bagi warga yang mengungsi dari Mosul, kota pertama yang dikuasai ISIS.
"Sebelumnya kami berpikir kami bisa bertahan, Tapi sekarang tak ada harapan warga Kristen bisa kembali lagi ke Irak," kata Abu Maykel, seorang warga yang meninggalkan Qaraqosh pekan lalu.
Ia berharap bisa bertahan di kampung halamannya tersebut. Namun ia terpaksa mempertimbangkan keputusannya tersebut setelah ISIS mendekati Qaraqosh. Kota kecil berpenduduk 50.000 orang itu tidak mendapat pasokan air dan listrik sejak ISIS mengambil alih Mosul.
Mereka juga harus hidup dalam ketakutan. Sampai akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi, menyusul rombongan warga Kristen lain yang sudah lebih dahulu mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Jaraknya hanya kurang dari satu kilometer saja. Suara (pertempuran) menakuti istri dan anak-anak saya," kata Abu Maykel.
Ketakutan mereka terbukti, saat Rabu malam, pasukan Kurdish Peshmerga menarik pasukannya dari kawasan tersebut. Sejumlah desa yang dihuni mayoritas warga Kristen pun jatuh ke tangan pasukan ISIS.
Sebagaimana dilansir Independent, warga Kristen di Mosul dan sekitarnya dihadapkan pada situasi dilematis. Mereka diminta memilih sejumlah pilihan yang sulit. Seperti pengakuan seorang sopir asal Mosul, Khalil Touma.
"Saya diberi waktu tiga hari untuk memilih, memeluk Islam, membayar jiza - pajak khusus yang dikenakan pada warga Kristen di bawah pemerintahan ISIS -, atau pergi," kata sopir berusia 43 tahun itu.
Karena dirinya tidak mau membayar pajak dan khawatir bahwa ISIS akan datang dan meminta lebih banyak, iapun memutuskan pergi. Pada bulan lalu, setiap warga Kristen di Mosul pun mengambil keputusan yang sama dengan Khalil.
ISIS mengeluarkan ultimatum agar semua warga Kristen meninggalkan Mosul sebelum 19 Juli. Semua rumah orang Kristen ditandai dengan huruf "N", yang berarti Nasare atau Nasrani. Properti warga Kristen disita dan penghuninya diminta pergi tanpa membawa banyak harta benda. ISIS juga merusak sejumlah tempat bernilai historis seperti makam Nabi Yunus. (Independent)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733