Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menegaskan menteri kabinet pada pemerintahan mendatang diisyaratkan tidak rangkap jabatan dengan pimpinan partai politik. Ini dilakukan agar para menteri bisa fokus menjalankan tugasnya.
"Jabatan menteri dan pimpinan partai politik itu sama-sama jabatan politik, kalau rangkap jabatan maka sulit untuk fokus, sehingga kinerja menteri jadi tidak optimal," kata Tjahjo Kumolo. Tjahjo menegaskan, ketua umum partai-partai politik pengusung pasangan capres-cawapres terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla, tiga di antaranya sudah memastikan tidak akan menduduki jabatan menteri di kabinet.
Ketua umum tiga partai politik itu adalah, Megawati Soekarnoputri (PDI Perjuangan), Surya Paloh (Nasional Demokrat), dan Wiranto (Hanura).
"Kalau Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, saya belum tahu. Apakah sudah memastikan tidak akan menjadi menteri kabinet atau tidak," katanya.
Menurut dia, soal adanya keinginan Muhaimin ingin menjadi menteri di kabinet, konsekuensinya tidak rangkap jabatan dan hal ini bisa dikonsultasikan dengan presiden terpilih Joko Widodo.
Pemilihan menteri dan pembentukan kabinet, kata dia, adalah hak prerogatif presiden terpilih setelah dilantik, yang disesuaikan dengan kebutuhan pemerintahannya nanti. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya