Suara.com - Penunjukan AM Hendropriyono sebagai penasehat tim transisi Joko Widodo dan Jusuf Kalla merupakan kewenangan penuh Presiden terpilih Jokowi. Namun, Jokowi diminta tidak mengabaikan suara-suara kritis dari masyarakat sipil yang keberatan dengan penunjukkan Hendropriyono.
Sekjen Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Hendrik Sirait mengatakan, Jokowi tentu punya pertimbangan tertentu untuk menunjuk Hendropriyono sebagai penasihat tim. Tetapi, keberatan dari kalangan pegiat HAM tentang penunjukkan Hendropriyono tidak boleh didiamkan begitu saja.
“Pegiat HAM menilai figur Hendropriyono bermasalah yang ada kaitannya dengan persoalan kejahatan ham di masa lalu. Apalagi Jokowi sendiri punya komitmen bahwa postur pemerintahannya adalah rezim yangg steril dari beban masa lalu. Jadi menurut saya, Jokowi sebaiknya menjelaskan kepada publik alasannya memilih dan mengangkat Hendropriyono sebagai salah satu penasihat di tim transisi,” kata Hendrik kepada suara.com melalui BlackBerry Messenger, Sabtu (16/8/2014).
Menurut Hendrik, penjelasan ini penting sebagai bentuk transparansi dan legitimasi dukungan publik kepada Jokowi. AM Hendropriyono dianggap bermasalah karena diduga bertanggung jawab terhadap insiden penyerbuan aparat ke Desa Talangsari III, Lampung pada 1989.
Hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), sebanyak 130 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami penganiayaan dalam peristiwa itu. Namun, hingga kini belum ada proses hukum yang menyatakan dirinya bersalah.
Ketika menjabat sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono juga disorot karena kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said, pada 7 September 2004.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi