Suara.com - Satuan Serse Narkoba Kepolisian Resort Kota (Polresta) Medan, Sumatera Utara, membongkar kasus peredaran narkoba jenis sabu oleh jaringan sindikat internasional. Jaringan itu menyembunyikan narkoba di dalam kondom.
"Petugas kepolisian juga menangkap tiga tersangka di mana seorang di antaranya mantan TKI di Malaysia," kata Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Dony Alexander, Senin (18/8/2014).
Menurut dia, selain barang bukti sabu seberat 25 gram yang disimpan dalam kondom, polisi juga menyita 17 paspor dari rumah salah seorang tersangka .
"Pengungkapan kasus peredaran sabu jaringan internasional tersebut bermula dari penangkapan tersangka Zkp (37) warga Jalan Bakaran Batu Kayu Putih di kawasan Jalan T.Amir Hamzah Medan," ucap Donny.
Dia mengatakan, penangkapan tersangka itu, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan Zkp memasarkan sabu yang diperoleh dari luar negeri.
Bahkan, jelasnya, dari tangan tersangka diamankan shabu seberat 2,68 gram yang dikemas dalam 5 bungkus plastik klip.
"Dari penangkapan tersebut pihak berwajib melakukan pengembangan dan menangkap seorang tersangka berinisial ST (46) warga Jalan Kapten Muckhtar Basri Medan," ujarnya.
Kemudian, polisi mengamankan seorang lagi tersangka NR (35) warga Jalan Bambu dari kawasan Jalan Mabar Labuhan Deli.
"Tersangka NR merupakan seorang perempuan dan juga target operasi pihak kepolisian diduga terlibat jaringan sindikat peredaran narkoba internasional," kata mantan Kapolsek Medan Baru.
Donny menambahkan, dari tangan NR, petugas mengamankan barang bukti berupa 15,54 gram shabu yang disimpan dalam 8 bungkus plastik klip.
"Polresta Medan masih mendalami keterkaitan 17 paspor yang diamankan dengan peredaran narkoba dilakukan tersangka NR merupakan mantan TKI Malaysia," kata Kasat Narkoba. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI