Suara.com - Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Soekarno-Hatta menemukan kasus penyelundupan narkotika di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, tahun 2014 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 lalu.
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Soekarno-Hatta, Okto Irianto di Tangerang, Rabu (13/8/2014), mengungkapkan sejak Januari hingga pertengahan bulan Agustus 2014, sudah 53 kasus penyelundupan narkotika
Penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu mendomininasi aksi kejahatan itu di pintu masuk bandara internasional itu, yakni sebanyak 49 kasus dibandingkan lainnya. Sedangan penyelundupan ekstasi happy five dua kasus, ketamine dan methadone masing - masing satu kasus.
Nilai barang bukti dari narkotika yang disita, telah mencapai Rp89.823.000.000. Sedangkan tersangka yang telah ditangkap mencapai 68 orang terdiri dari WNI dan WNA.
Dia mengatakan, untuk operasi ketupat lebaran 2014, pihaknya telah menggagalkan delapan kasus upaya penyelundupan narkotika. Nilai estimasi barang mencapai Rp20 miliar.
Jumlah kasus dalam operasi ketupat tersebut, alami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Barang bukti yang disita capai 15 kilogram jenis sabu-sabu.
"Pada tahun lalu dalam operasi ketupat, tidak sampai 10 kilogram barang bukti. Tetapi, kini capai 15 kilogram," paparnya.
Untuk mengawasi maraknya upaya penyelundupan, peningkatan pengawasan di sejumlah terminal terus dilakukan.
Selain itu, petugas di lapangan pun dibekali dengan pengetahuan dan cara mengidentifikasi penumpang yang dicurigai menyelundupkan narkotika.
"Kita kerjasama untuk mengidentifikasi penumpang yang dicurigai membawa narkotika. Ada beberapa penerbangan yang kita awasi karena kerap membawa narkotika," kata Wakasat Narkoba Polres Bandara Soekarno - Hatta, AKP Wempy. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara