Suara.com - Malaysia dan Australia sepakat patungan dana guna membiayai pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang sejak 8 Maret silam.
Rencana untuk berbagi beban biaya itu disampaikan oleh Menteri Perhubungan Malaysia Liow Tiong Lai dalam sebuah konferensi pers di Canberra, Australia, hari Kamis (28/8/2014). Dikatakan Liow, kedua negara akan membagi rata beban ongkos untuk memulai upaya pencarian yang ditaksir akan menelan hingga 48,65 juta Dolar AS atau setara dengan Rp565 miliar.
"Jadi pentung di sini bahwa kami ingin berterima kasih pada Australia untuk memimpin pencarian ini dan kami sejauh ini telah berkomitmen dan menggelontorkan sekitar 15 juta Dolar Australia (setara Rp163 miliar) dan kami juga akan mengatur dengan Australia dalam tender biaya pencarian," kata Liow.
Proses pencarian terbaru diperkirakan akan dimulai dalam waktu satu bulan ke depan dan kemungkinan akan menelan waktu hingga satu tahun. Pencarian difokuskan pada wilayah laut seluas 60.000 kilometer persegi yang berjarak 1.600 kilometer sebelah barat Perth, Australia.
Australia sudah memberikan kontrak kepada Fugro, sebuah perusahaan asal Belanda untuk melakukan pencarian di dasar laut. Kabarnya, Fugro sudah memetakan daerah pencarian bersama sebuah kapal angkatan laut miliki Cina.
Fugro akan bekerja dengan dua kapal yang dilengkapi teknologi sonar, pemindai gema, serta kamera video untuk menyisir dasar lautan. Australia sendiri sudah menyisihkan dana sebesar 80 juta hingga 90 juta Dolar Australia untuk membiayai pencarian tersebut.
Pesawat MAS MH370 hilang saat terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, Cina pada 8 Maret silam. Sebanyak 239 penumpang juga ikut hilang tanpa jejak bersama pesawat Boeing 777-200 tersebut. Berbagai upaya pencarian yang melibatkan negara-negara di Asia Tenggara dan Amerika Serikat tidak membuahkan hasil. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam