Suara.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, Jawa Timur, membidik jaringan narkoba di dalam area lembaga pemasyarakatan di kota tersebut. Pihak BNN mengendus adanya peredaran narkoba di dalam penjara Kota Malang.
Kepala BNN Kota Malang AKBP Henry Budiman, Jumat (5/9/2014), menyatakan, pemberantasan narkoba tidak hanya dilakukan di lingkungan pendidikan, pegawai negeri sipil (PNS), dan pegawai swasta, tetapi juga di lembaga pemasyarakatan (LP), baik di LP Kelas I Lowokwaru maupun di LP Wanita Kelas II Sukun.
"Indikasi peredaran dan jaringan narkoba di lingkungan LP ini sangat kuat, apalagi belum lama ini kepolisian berhasil menjaring salah seorang ibu rumah tangga yang menjadi pengedar sabu-sabu. Dan, ternyata sabu-sabu itu justru diperoleh dari suaminya yang sedang mendekam dan menjalani hukuman di LP Lowokwaru," ujarnya.
Hanya saja, lanjut dia, indikasi adanya jaringan narkoba di dalam LP itu masih dalam tahap penyelidikan. "Kami akan intens melakukan penyelidikan di LP, baik di Lowokwaru maupun Sukun," tegasnya.
Menurut Henry, pemeriksaan terkait dengan narkoba tersebut tidak hanya di kawasan LP, tetapi juga dilakukan di internal BNN maupun kepolisian. Jangan sampai ada anggota yang terjerumus dan masuk dalam jaringan obat-obat terlarang tersebut.
Jika ditemukan adanya anggota yang terlibat dalam jaringan narkoba, dirinya tidak segan-segan menjatuhkan sanksi tegas, apalagi aparat penegak hukum harus menjadi teladan bagi masyarakat.
Menyinggung potensi peredaran narkoba di Kota Malang, Henry mengatakan relatif cukup besar, bahkan "surga" bagi pengedar sebab Kota Malang merupakan wilayah yang sangat strategis dan banyak dihuni anak-anak muda, baik pelajar maupun mahasiswa.
"Oleh karena itu, kami harus melakukan razia, tes urine secara berkala dan intensif pada semua kalangan masyarakat, mulai dari sopir angkot, sopir bus, PNS, karyawan swasta, hingga aparat kepolisian, untuk meminimalkan penggunaan narkoba, bahkan memberantasnya hingga tuntas," tandasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Konsumsi Sabu, Dua Petugas Imigrasi Bandara Soeta Ditangkap
-
Penyidikan Dua Perwira Polri terkait Narkoba Diserahkan ke Polisi Malaysia
-
Lagi Asik Hisap Shabu, Pegawai Kemenkes Digerebek BNN
-
Dua Perwira Ditangkap di Malaysia, Kapolri Didesak Mundur
-
Perwira Menengah Polda Kalbar Diduga Terlibat Sindikat Narkoba Internasional
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas
-
Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump
-
Tak Sekedar Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen