Suara.com - Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang melayangkan denda sebesar Rp 500 ribu kepada setiap pengguna kendaraan bermotor yang melakukan parkir liar mendapat dukungan dari masyarakat.
Muhammad Syahputra yang bekerja sebagai karyawan swasta mengatakan, dirinya mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta tersebut.
"Saya dukung kebijakan Pemprov DKI yang melayangkan denda sebesar Rp 500 ribu bagi pelaku parkir liar, karena parkir liar itu salah satu penyebab kemacetan, dan ini langkah awalnya untuk menertibkan jalanan di Ibu Kota," kata Syahputra kepada Suara.com di Jalan Rasuna Said Jakarta, Minggu (7/9/2014).
Dia mengungkapkan, selain kebijakan tersebut, hal lainnya yang perlu dibangun adalah kesadaran masyarakat sendiri untuk bersama-sama menertibkan jalanan di Jakarta.
"Selain itu, yang paling pokok adalah kesadaran masyarakat bersama-sama untuk menertibkan jalanan di Ibu Kota," ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Oji, pengendara motor di kawasan Jalan Gatot Subroto. Ia mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta tersebut, agar jalanan di daerah Jakarta menjadi lancar.
"Saya mendukung kebijakan tersebut, demi terciptanya jalanan Jakarta yang lancar tanpa penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan," ungkap Oji.
Namun, ia menegaskan, pemerintah juga harus menyediakan lahan parkir yang lebih aman dan luas tentunya untuk mendukung kebijakan tersebut.
"Pemerintah juga harus sediakan lahan parkir yang aman, nyaman, dam luas untuk mendukung kebijakan tersebut," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, GEF-SGP Indonesia Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran