Suara.com - Militan kelompok pemberontak Somalia, al-Shabaab, menyatakan sumpah setia mereka kepada pemimpin baru mereka, setelah Ahmed Godane, pemimpin mereka yang terdahulu tewas oleh serangan udara Amerika Serikat (AS).
Al-Shabaab mengkonfirmasi kematian Godane oleh serangan udara AS Senin pekan lalu. Sebagai gantinya, mereka mengangkat Sheikh Ahmed Umar Abu Ubaida menjadi pemimpin mereka.
"Kami para mujahidin (pejuang) al-Shabaab, memberikan kesetiaan kami kepada pemimpin baru kami, Sheikh Ahmed Umar Abu Ubaida," kata juru bicara cabang militer al-Shabaab Abdiasis Abu Musab lewat sebuah pernyataan yang direkam terlebih dahulu.
Al-Shabaab menegaskan kembali kesetiaan mereka kepada organisasi al-Qaeda. Mereka juga bersumpah membalaskan dendam mereka atas kematian Godane.
"Musuh yang telah masuk ke dalam tanah ini (Afrika Timur) akan segera memetik buah pahit dari (benih) yang mereka tebar," lanjut Abu Musab.
Yang disebut "musuh" kemungkinan besar adalah AMISOM, pasukan penjaga perdamaian Afrika yang dikerahkan untuk melawan al-Shabaab di Somalia.
Di bawah pemerintahan Almarhum Godane, al-Shabaab melancarkan serangan dramatis ke mall perbelanjaan Westgate di Nairobi, Kenya, tahun lalu. Serangan itu disebut-sebut sebagai upaya untuk menekan Kenya yang mengirimkan personel mereka ke dalam pasukan AMISOM. Seangan tersebut menewaskan 67 orang.
Sementara penggantinya, Ubaida, merupakan keturunan klan Dir dari Somalia yang mendiami Somalia bagian selatan. Godane sang pendahulu juga klan Dir. Bedanya, dia berasal dari Somalia bagian utara. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas
-
Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka
-
Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi
-
Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap
-
Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta
-
Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa