- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Iran bahwa pihaknya akan memberikan balasan tegas atas setiap serangan yang terjadi.
- Eskalasi konflik Timur Tengah meningkat setelah terjadi saling serang antara Israel, Iran, serta Amerika Serikat di berbagai wilayah.
- Serangan rudal terhadap kapal tanker di Selat Hormuz menyebabkan korban jiwa dan gangguan serius pada jalur pelayaran internasional.
Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan peringatan keras kepada Iran di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah.
Netanyahu menegaskan Israel tidak akan tinggal diam jika diserang.
“Jangan harap situasi tetap tenang jika kalian menyerang kami,” ujar Netanyahu dinukil dari media Israel.
Netanyahu menambahkan, “Era ketika Israel diserang tanpa balasan tegas sudah berakhir.”
Ketegangan meningkat setelah serangan Israel pada 8 Juni lalu terhadap fasilitas petrokimia di Iran. Aksi tersebut merupakan balasan atas peluncuran rudal dari wilayah Iran ke Israel.
Situasi semakin memanas usai keterlibatan Amerika Serikat. Militer AS di bawah perintah Presiden Donald Trump melancarkan tiga gelombang serangan ke target di Iran, termasuk fasilitas militer yang berkaitan dengan Selat Hormuz.
Tak lama setelah itu, Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah target yang berkaitan dengan AS.
Garda Revolusi Iran mengklaim menyerang pangkalan militer di Bahrain dan Yordania.
Serangan juga berdampak pada jalur pelayaran strategis.
Baca Juga: Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
Dua kapal tanker Uni Emirat Arab dilaporkan terkena rudal di Selat Hormuz, menyebabkan satu korban tewas dan delapan luka-luka.
Di tengah ketegangan, AS menyatakan Selat Hormuz akan tetap terbuka dengan atau tanpa Iran.
Washington bahkan berencana mengenakan biaya keamanan sebesar 20 persen bagi kapal yang melintas.
Sementara itu, Iran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan.
Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menyatakan, “Teheran akan selalu menjadi penjaga Selat Hormuz.”
Berita Terkait
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Donald Trump Resmi Kirim Surat ke Kongres AS, Perang Dimulai Kembali
-
3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali
-
Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung
-
Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas