News / Internasional
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:05 WIB
potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Iran bahwa pihaknya akan memberikan balasan tegas atas setiap serangan yang terjadi.
  • Eskalasi konflik Timur Tengah meningkat setelah terjadi saling serang antara Israel, Iran, serta Amerika Serikat di berbagai wilayah.
  • Serangan rudal terhadap kapal tanker di Selat Hormuz menyebabkan korban jiwa dan gangguan serius pada jalur pelayaran internasional.

Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan peringatan keras kepada Iran di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah.

Netanyahu menegaskan Israel tidak akan tinggal diam jika diserang.

“Jangan harap situasi tetap tenang jika kalian menyerang kami,” ujar Netanyahu dinukil dari media Israel.

Netanyahu menambahkan, “Era ketika Israel diserang tanpa balasan tegas sudah berakhir.”

Ketegangan meningkat setelah serangan Israel pada 8 Juni lalu terhadap fasilitas petrokimia di Iran. Aksi tersebut merupakan balasan atas peluncuran rudal dari wilayah Iran ke Israel.

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Iran dilaporkan menyerang dua kapal tanker di Selat Hormuz. [Tangkap layar X]

Situasi semakin memanas usai keterlibatan Amerika Serikat. Militer AS di bawah perintah Presiden Donald Trump melancarkan tiga gelombang serangan ke target di Iran, termasuk fasilitas militer yang berkaitan dengan Selat Hormuz.

Tak lama setelah itu, Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah target yang berkaitan dengan AS.

Garda Revolusi Iran mengklaim menyerang pangkalan militer di Bahrain dan Yordania.

Serangan juga berdampak pada jalur pelayaran strategis.

Baca Juga: Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Dua kapal tanker Uni Emirat Arab dilaporkan terkena rudal di Selat Hormuz, menyebabkan satu korban tewas dan delapan luka-luka.

Di tengah ketegangan, AS menyatakan Selat Hormuz akan tetap terbuka dengan atau tanpa Iran.

Washington bahkan berencana mengenakan biaya keamanan sebesar 20 persen bagi kapal yang melintas.

Sementara itu, Iran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan.

Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menyatakan, “Teheran akan selalu menjadi penjaga Selat Hormuz.”

Load More