Suara.com - Gara-gara bobot badannya yang dianggap kelewat besar, seorang perempuan Amerika keturunan Hungaria dilarang menumpang masakapai penerbangan Delta (milik KLM) dan Lufthansa.
Waktu itu, Vilma dan suaminya Solteszt berencana kembali ke rumah mereka di Bronx, AS dari Hungaria untuk menemui seorang dokter. Rencananya, Vilma yang mengidap penyakit ginjal dan dua kakinya sudah diamputasi itu, ingin berkonsultasi dengan seorang dokter. Sejak 2 Oktober tahun lalu, kondisi Vilma memang sudah memburuk.
Atas saran seorang dokter kenalannya asal Hungaria, Vilma dan suaminya diizinkan pulang ke AS. Dengan catatan, penyakitnya harus segera ditangani setibanya di sana.
Permasalahan timbul saat mereka tiba di bandara Budapest. Pasalnya, kursi pesawat dalam keadaan rusak dan tak mungkin bisa diduduki Vilma yang menggunakan kursi roda. Berat badan Vilma yang mencapai 184 kilogram, juga menjadi alasan masakapai menolak mereka.
"Staf maskapai penerbangan KLM mengatakan khawatir dengan kondisi kesehatan Vilma dan berat badannya. Mereka akhirnya tak mengizinkan mereka untuk ikut dalam penerbangan," kata kuasa hukum Vilma.
Vilma dan suaminmya tiba dibandara tujuh jam sebelum penerbangan. Namun, permintaannya menumpang maskapai tersebut karena alasan darurat tetap saja ditolak.
"Mereka dipaksa turun dan maskapai mengatakan mereka tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.
Vilma akhirnya kembali ke tempat tinggalnya di Preszem, Hungaria, dan mencoba mendapatkan tiket penerbangan lewat travel agent. Sebuah perusahaan travel kemudian merujuk Vilma ke maskapai Lufthansa. Namun, ketika akan take off, Vilma lagi-lagi 'didepak' karena alasan serupa.
Keinginan Vilma berobat di AS gagal. dua pekan kemudian, kesehatannya menurun drastis. 24 Oktober 2013, dia akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Kecewa dengan perlakukan maskapai penerbangan terkait, Soltezt mengajukan gugatan materi sebesar 4 juta dolar Amerika. Dia menuduh maskapai Delta dan Lufthansa sebagai penyebab kematian istrinya. (Mirror)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah