Suara.com - Pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Toto Sugiarto mengungkapkan polemik pilkada di kembalikan ke DPRD lantaran partai politik yang tergabung di Koaliasi Merah Putih masih tidak menerima hasil keputusan pilpres.
"Masalahnya muncul karena mayoritas fraksi di DPR, yang dalam pilpres yang lalu tergabung dalam Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo-Hatta memilih opsi yang kedua, yaitu pasangan calon kepala daerah dipilih oleh DPRD," ucapnya di Jakarta Pusat, Minggu (14/9/2014).
Selain itu Toto mengungkapkan, fraksi yang terkabung di Koalisi Merah Putih memiliki mayoritas kursi di parlemen. Sedangakan partai yang mengusung Jokowi-JK di pilpres menolak pilkada di kembalikan di DPRD, dan hanya didukung tiga fraksi yang menolak, yaitu PDIP, PKB dan Hanura.
"Jika keinginan ini terus dipaksakan maka bisa dipastikan kepala daerah kembali akan dipilih oleh DPRD," ujarnya.
Ia juga mengungkapka jika opsi pilkada dipilih oleh DPRD merupakan kemunduran demokrasi.
"Kami menilai bahwa opsi kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) itu merupakan langkah mundur demokrasi," tambah Toto.
Panitia kerja RUU Pilkada membahas empat hal, di antaranya, Pertama, pasangan kepada daerah dipilih langsung oleh rakyat seperti yang berlaku saat ini. Ke dua, kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Sementara ke tiga, gubernur dipilih langsung oleh rakyat, tapi hak untuk memilih walikota dan bupati dikembalikan ke tangan anggota DPRD. Atau sebaliknya, pasangan bupati/walikota dipilih langsung oleh rakyat, tapi pasangan gubernur dipilih oleh rakyat.
Ke empat, gubernur ditunjuk oleh Pemerintah Pusat, lalu bupati/walikota dipilih langsung oleh rakyat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara