Suara.com - Sekitar 500.000 pelajar di Jalur Gaza kembali masuk sekolah hari Minggu (14/9/2014). Ini adalah hari pertama mereka kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah pascapertempuran 50 hari antara Israel dan militan Hamas di tempat tinggal mereka.
Awal tahun ajaran baru terpaksa ditunda selama tiga pekan akibat rusaknya 250 sekolah di Jalur Gaza. Selain itu, 90 sekolah yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dialihfungsikan sebagai tempat penampungan bagi puluhan ribu warga Gaza yang tempat tinggalnya dikoyak oleh perang.
Sebelum kembali menerima pendidikan seperti semula, para siswa akan diberikan bimbingan psikologi.
"Prioritas utama saat ini adalah untuk memastikan bahwa setelah periode dukungan psikososial, termasuk penggunaan teater untuk teknik pengembangan, siswa-siswa kami dapat kembali mengikuti kurikulim reguler," kata Pierre Krahenbuhl, kepala Badan Kerja dan Bantuan PBB (UNRWA) yang mengelola lebih dari 200 sekolah di Gaza.
Krahenbuhl mengatakan, UNRWA mempekerjakan lebih dari 200 petugas konseling yang akan melayani 240.000 siswa di sekolah-sekolah PBB tersebut. Mata pelajaran reguler baru akan diberikan sepekan kemudian.
Sementara itu, sebuah koalisi yang terdiri atas badan internasional dan non-pemerintah serta Kementerian Pendidikan Palestina juga akan memberikan konseling psikososial kepada seperempat juta pelajar Gaza lainnya yang belajar di sekolah-sekolah umum.
Menurut catatan badan kesehatan Gaza, konflik Israel dan Hamas menewaskan 2.100 orang. Sebagian besar diantaranya adalah warga sipil, dimana 500 korban masih kanak-kanak.
Sementara itu, di pihak Israel, yang melancarkan serangannya sejak 8 Juli dengan alasan menghentikan serangan roket dari Hamas, kehilangan 67 tentaranya. Sebanyak enam warga sipil Israel, termasuk seorang bocah berusia 4 tahun, menjadi korban perang. (Reuters)
Berita Terkait
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Gugur dalam Agresi AS-Israel, Silsilah Ali Khamenei Sebagai 'Sayyid' Keturunan Nabi Jadi Sorotan
-
Momen Haru Penyiar TV Iran Pecah Tangis Umumkan Kematian Ali Khamenei
-
Ali Khamenei Gugur, Anwar Abbas Sebut Donald Trump Bandit Terbesar Abad Ini
-
Hamas Berduka atas Gugurnya Ali Khamenei, Kutuk Agresi Militer AS-Israel ke Iran
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Gugur dalam Agresi AS-Israel, Silsilah Ali Khamenei Sebagai 'Sayyid' Keturunan Nabi Jadi Sorotan
-
Dino Patti Djalal Duga Agresi Militer AS ke Iran Upaya Pengalihan Isu Epstein Files
-
Ali Khamenei Gugur, Anwar Abbas Sebut Donald Trump Bandit Terbesar Abad Ini
-
Hamas Berduka atas Gugurnya Ali Khamenei, Kutuk Agresi Militer AS-Israel ke Iran
-
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile
-
Anwar Abbas Dorong Rusia dan China Bersatu Bela Iran Hadapi Agresi AS-Israel
-
Menhub Minta Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Konflik AS-Israel dan Iran
-
Dubes Iran Sebut Agresi AS-Israel Sebagai Bagian Sejarah Panjang Intervensi Washington
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran