Suara.com - Sebuah buku harian milik Willy Hitler, keponakan diktator Nazi Jerman Adolf Hitler ditemukan di sebuah rumah di Patchogue, Long Island, New York. Buku harian itu menjadi bukti kuat bahwa seorang saudara dekat Hitler pernah tinggal di New York dan menyembunyikan identitasnya sejak akhir Perang Dunia II.
Buku yang sudah berlapis debu itu ditemukan di loteng rumah bekas milik William Patrick Hitler, keponakan Adolf Hitler yang lahir di Inggris. Tiga dari empat putra Willy masih hidup hingga saat ini dan mencoba menutup identitas keluarganya dengan nama belakang ganda. Hal itu dilakukan tak lain untuk menghilangkan jejak hubungan mereka dengan Hitler, orang paling dibenci dalam sejarah.
Kini, setelah buku tersebut diungkap, Alex, kakak tertua dari empat bersaudara itu untuk pertama kalinya mengaku terkejut akan keberadaan buku milik ayahnya, Willy Hitler. Menurut Alex, ayahnya kemungkinan terlupa membawa buku saku berusia 79 tahun itu saat pindah rumah.
"Saya terkejut itu ditemukan. Saya tak percaya ia meninggalkannya karena buku itu adalah sesuatu yang pasti ingin ia bawa selalu bersamanya," ungkap Alex.
Buku itu menggambarkan masa lalu kerabat Hitler itu di London, Inggris sejak tahun 1910. Kala itu, Alois Hitler, saudara tiri Hitler menikah dengan seorang perempuan Irlandia bernama Brigid Dowling.
Pengantin baru itu pindah ke Liverpool dan punya anak, yang tak lain adalah Willy Hitler, empunya buku harian. Tumbuh besar di negara yang menjadi musuh Nazi Jerman, nama belakang Willy mulai menjadi masalah, ketika karier pamannya, Adolf Hitler mulai menanjak dan dikenal di dunia.
Maka tak heran jika pada tahun 1935 Willy pergi ke Berlin, Jerman dan mencari pekerjaan di kota tersebut. Pada buku harian itu digambarkan bagaimana kondisi Berlin sebelum perang dan beragam kejadian yang dialaminya di kota tersebut.
Willy sempat ingin memanfaatkan pengaruh politik pamannya untuk dapat pekerjaan yang lebih baik karena tak puas dengan gaji yang ia terima sebagai pegawai bank. Namun, Sang Fuhrer mempersulit Willy dan hanya meletakkannya pada posisi-posisi di mana ia bisa terawasi dengan baik. Meski sudah dibantu Hitler dengan menggandakan gajinya, Willy tetap tak puas dan meninggalkan Jerman serta menolak menerima status kewarganegaraan Jerman.
Tahun 1939, Willy pindah ke Amerika Serikat (AS) dengan ibunya dan menetap di negeri Abang Sam tersebut. Uniknya, Willy mendapat status kewarganegaraan AS, bahkan bergabung dengan Angkatan Laut AS (AL AS).
Cedera dalam perang, Willy keluar dari ketentaraan dan tinggal di distrik Queens, New York. Akhirnya pada tahun 1946, ia mengganti identitasnya. Willy laly menikah dengan adik seorang rekannya dan punya anak, Alex, Louis, dan Brian.
Menurut Alex, buku harian itu berisi hal-hal yang selama ini enggan dibahas Willy.
"Ketika saya masih kecil saya bertanya pada ayah saya tentang itu semua dan ia menjawab, 'Tak ada gunanya kamu tahu, itu tidak akan berguna sama sekali untuk membantumu'," kenang Alex.
"Ketika ia (Willy) datang ke AS, ia mengatakan 'hidup yang itu telah berakhir, ini kehidupanku yang baru'," kisah Alex.
Buku harian itu ditemukan di loteng rumah Patchogue yang ditinggali ibunda Willy, Brigid, hingga akhir hayatnya pada tahun 1969.
Sebuah dokumen Biro Penyidik Federal (FBI) menyebut William Patrick Hitler sebagai seorang oportunis yang meninggalkan Jerman setelah tidak mendapat bantuan dari pamannya untuk mengejar kariernya. Dokumen itu juga menyiratkan bahwa Willy sama sekali tidak menyukai pamannya. (Dailymail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Cara Dapat Diskon Tiket Festival Mbois 2026 dari BRI
-
Wajah Auto Mulus! 5 Dark Spot Correcting Serum Ampuh Samarkan Noda Hitam
-
3 Oknum Polsek Rupat Utara Terbukti Bersalah Diminta Pindah ke Luar Riau
-
Kerajaan Bisnis Haji Isam, dari Perusahaan Batu Bara dan Sawit hingga Pabrik Gula
-
Berharap Seri, Hull City Justru Bikin MU Kalah dan Putus Rekor 52 Tahun
-
24 Agustus 2026 Libur Bursa atau Tidak, Ini Kepastian Resmi saat Maulid Nabi
-
BNI Hadirkan wondrZ, Dorong Anak dan Remaja Belajar Mengelola Keuangan Sejak Dini
-
Kembalikan Rp92 Juta ke Pelanggan, Kurir Syarif Dapat Renovasi Rumah Dari SPX
-
Jaringan Aktivis 98 Lanjutkan Gerakan Warga Peduli Warga di Lampung
-
KKN-MAs Kelompok 19 Kenalkan Dimsum Lele untuk PMT Balita di Puthukrejo