Suara.com - Kepanikan terjadi di sebuah desa di Liberia menyusul tersiarnya kabar dua orang yang meninggal dunia akibat virus Ebola, bangkit dari kematian.
Kedua korban Ebola, yakni seorang perempuan berusia 40 dan 60 tahun, meninggal akibat virus mematikan. Namun, mereka berasal dari dua komunitas warga yang berbeda di wilayah Nimba, Liberia.
Menurut laporan surat kabar setempat, keduanya diberitakan bangkit dari kematian dan berjalan. Akibatnya warga panik dan ketakutan.
Lansiran New Dawn, Dorris Quoi (40) dari Desa Hope dan Ma Kebeh (60) akan dibawa ke tempat pemakaman. Namun, entah apa sebabnya, keduanya bangun dari kematian.
Ma Kebeh berada di dalam ruangan selama dua malam tanpa makanan dan pengobatan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Beberapa kasus Ebola yang tidak biasa terjadi di wilayah Nimba. Salah satunya adalah kasus seorang dokter yang mengklaim bahwa dirinya bisa menyembuhkan pasien yang terinfeksi. Namun, ternyata justru dirinyalah yang jadi korban keganasan Ebola dan meninggal dunia pekan lalu.
New Dawn mengungkap, sejak Ebola mewabah di Nimba, baru kali ini ada kasus orang mati yang bangkit dari kematian.
Wabah Ebola telah menewaskan sekitar 2.800 orang di lima negara Afrika Barat tahun ini. Sementara itu, sekitar 5.800 orang lainnya dikabarkan telah terinfeksi oleh virus yang konon belum ditemukan obatnya itu.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat memprediksi akan ada 1,4 juta kasus Ebola pada akhir Januari tahun depan. Sejauh ini, CDC telah berhasil menyembuhkan dua dokter yang terinfeksi oleh penyakit mematikan itu. Sementara itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah orang yang terinfeksi Ebola bisa mencapai 20.000 pada awal November jika upaya pencegahan penyebarannya tidak segera dipercepat. (Mirror)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Riva Siahaan Dinilai Tak Nikmati Uang Korupsi: Hakim Bebaskan Uang Pengganti, Blokir Rekening Dibuka
-
Jakarta Darurat Lapangan Padel 'Bodong', 185 Bangunan Tak Berizin Terancam Ditertibkan Satpol PP
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi