Suara.com - Sikap Presiden RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang ingin mengembalikan lagi sistem pilkada langsung bisa dimaknai bermacam-macam.
Pertama, kata pengamat politik dari lembaga Populi Center, Usep S Ahyar, sikap tersebut ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap SBY dan Demokrat.
"Biar tidak dianggap sebagai pembohong, biar tidak dianggap tidak punya pendirian," kata Usep kepada Suara.com.
Menurut Usep masyarakat selama ini memiliki anggapan bahwa Partai Demokrat tidak sungguh-sungguh memperjuangkan hak politik masyarakat melalui pilkada secara langsung. Fraksi Demokrat DPR yang kemudian mendapat dukungan dari fraksi-fraksi lain, justru walk out dari sidang paripurna yang kemudian memenangkan kubu pilkada lewat DPRD.
"Lalu, kan kita tahu siap yang inisiatif mengubah sistem pilkada ini (dari langsung oleh rakyat kemudian diwakilkan ke DPRD), pemerintah, kan. Siapa pemerintah?" kata Usep.
Masyarakat, kata Usep, ada yang membaca sikap Partai Demokrat tersebut sebagai sebuah permainan atau sandiwara politik. "Sandiwara yang tidak manis, tidak baik, karena mudah dibaca," kata Usep.
Kemudian yang kedua, sikap SBY tersebut bisa juga dibaca sebagai kesungguhan untuk mengembalikan kedaulatan rakyat.
"Ini bisa dibaca sebagai kesungguhan. Mungkin dalam proses kemarin, SBY tidak dapat info yang utuh tentang proses pengambilan putusan di DPR sehingga mungkin marah betul. Mungkin dia (SBY) sungguh-sungguh juga dengan plan A dan plan B terkait UU Pilkada itu," kata Usep.
Usep mengingatkan bahwa sekarang ini kepercayaan publik terhadap SBY sudah di titik nadir. Bila SBY sungguh-sungguh ingin mengembalikan kedaulatan rakyat lewat pilkada langsung, masyarakat ingin melihat buktinya.
"Apakah plan A, plan B, itu dilakukan atau tidak. Gitu aja," kata Usep.
Dini hari tadi dalam konferensi pers di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Presiden SBY kembali menegaskan keinginannya untuk mengembalikan sistem pilkada langsung oleh rakyat. Ketua Umum Partai Demokrat ini menyatakan sudah menyiapkan langkah-langkah untuk itu.
“Plan A gak tembus, siapkan plan B. Plan B sekarang sedang dimatangkan. Ini untuk hasil yang lebih baik,” katanya.
Sayangnya, SBY belum bersedia merinci rencana B yang ia maksudkan. “Plan B itu apa, tak perlu disampaikan malam ini,” ujarnya.
“Kesimpulannya, tak ada jalan bagi saya untuk tidak tak bersetuju dengan hasil rapat paripurna. Saya taat konstitusi. Sejak siang tadi kami olah lagi untuk mencari jalan untuk menyelamatkan sistem Pilkada yang tepat,” SBY menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP
-
Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
-
Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!
-
Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti