Suara.com - Di tengah maraknya pemberitaan tentang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), mata dunia mengarahkan perhatiannya ke Irak dan Suriah, dua negara yang dijadikan sarang kelompok radikal tersebut. Gaza, sebuah tempat terpencil yang sempat menjadi isu terpopuler di dunia lantaran dibombardir Israel seolah terlupakan.
Namun, sepertinya hal itu tidak jadi masalah bagi warga Gaza, khususnya anak-anak. Rumah mereka memang hancur lebur, luluh lantak oleh gempuran jet tempur, tank, dan artileri Israel. Tetapi, mereka tidak ingin masa muda dan harapan mereka hancur pula karenanya.
Setidaknya, hal itulah yang terlihat dari aktivitas sejumlah remaja Palestina di Shejaia, sebuah pemukiman warga di sebelah timur Kota Gaza. Alih-alih terus meratapi kehancuran yang terjadi atas tempat tinggalnya, remaja yang berusia antara 13 hingga 17 tahun ini memilih melatih kemampuan parkour mereka.
Parkour, semacam seni gerak tubuh yang membutuhkan kekuatan, kegesitan, dan ketangkasan dalam melewati berbagai rintangan. Parkour mencakup unsur-unsur gerak seperti berlari, melompat, dan salto. Aksi para remaja hebat itu tertangkap kamera seorang fotografer Reuters yang bertugas di Gaza. (Reuters)
Berita Terkait
-
Di Antara Dingin, Doa, dan Cahaya Subuh Al-Aqsa
-
Mengapa Arab Saudi Tidak Mendukung Iran?
-
Benjamin Netanyahu Perintahkan Militer Israel Caplok 70 Persen Wilayah Gaza
-
Temui Macron, Prabowo Tegaskan Palestina Merdeka Harga Mati!
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend