Suara.com - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ditengarai telah menculik 500 perempuan dari kelompok minoritas di Irak untuk dijadikan ‘hadiah’ kepada anggotanya. Selain itu, perempuan-perempuan tersebut juga dijual untuk dijadikan sebagai budak seks.
500 perempuan yang diculik itu diyakini berasal dari suku Yezidi dan juga komunitas Kristen di Irak. Dalam laporan yang dipublikasikan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), perempuan tersebut dijual di sebuah pasar di Mosul, Irak dan Raqqa di Suriah.
“Perempuan dan remaja perempuan dibawa dengan tanda harga sehingga memudahkan pembeli untuk memilih dan melakukan negosiasi. Pembeli kebanyakan remaja dari komunitas lokal,” demikian laporan tersebut.
Laporan itu juga menulis, perempuan itu dijual kepada remaja dari komunitas lokal sebagai upaya agar mereka mau bergabung dengan ISIS. Perempuan yang tidak dijual biasanya dijadikan ‘hadiah’ kepada para pejuanga ISIS. Nasib mereka juga tidak lebih buruk dibandingkan perempuan yang dijual. Mereka kerap menerima kekerasan fisik dan tidak jarang dibunuh. (Bloomberg)
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo