Suara.com - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ditengarai telah menculik 500 perempuan dari kelompok minoritas di Irak untuk dijadikan ‘hadiah’ kepada anggotanya. Selain itu, perempuan-perempuan tersebut juga dijual untuk dijadikan sebagai budak seks.
500 perempuan yang diculik itu diyakini berasal dari suku Yezidi dan juga komunitas Kristen di Irak. Dalam laporan yang dipublikasikan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), perempuan tersebut dijual di sebuah pasar di Mosul, Irak dan Raqqa di Suriah.
“Perempuan dan remaja perempuan dibawa dengan tanda harga sehingga memudahkan pembeli untuk memilih dan melakukan negosiasi. Pembeli kebanyakan remaja dari komunitas lokal,” demikian laporan tersebut.
Laporan itu juga menulis, perempuan itu dijual kepada remaja dari komunitas lokal sebagai upaya agar mereka mau bergabung dengan ISIS. Perempuan yang tidak dijual biasanya dijadikan ‘hadiah’ kepada para pejuanga ISIS. Nasib mereka juga tidak lebih buruk dibandingkan perempuan yang dijual. Mereka kerap menerima kekerasan fisik dan tidak jarang dibunuh. (Bloomberg)
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Tahanan Demo Agustus 2025 Meninggal di Rutan Medaeng, Mantan Napol Desak Investigasi Independen!
-
Kebakaran Rumah Kosong di Jagakarsa Saat Warga Sambut Tahun Baru 2026
-
Kemdiktisaintek Rilis Aturan Baru No 52 2025, Jamin Gaji Dosen Non-ASN
-
Pasukan Orange Tuntaskan Bersih-Bersih Sisa Perayaan Tahun Baru Sebelum Subuh
-
Banjir dan Longsor Lumpuhkan Kehidupan Anak di Tapanuli Tengah
-
Pendidikan Pascabencana di Sumatra: Ketika Sekolah Dibuka Kembali, Siapkah Anak-Anak Belajar?
-
Tragedi di Labuan Bajo, Mengapa Kapal Pinisi Mudah Tenggelam saat Cuaca Ekstrem?
-
Kejar Target 3 Juta Hunian, Presiden Prabowo Siapkan Lembaga Percepatan Pembangunan Perumahan
-
Masyarakat Apresiasi Gerak Cepat Bina Marga Pulihkan Jembatan Lawe Mengkudu 1
-
Komitmen Dukung Konektivitas, Bina Marga Telah Pulihkan 10 Titik Jembatan Terdampak di Aceh