Suara.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie menilai, PDIP tidak usah ikut melakukan gugatan ke MK, terkait disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada pada tanggal 25 September lalu, di mana sistem Pilkada akan dilakukan oleh DPRD alias tidak langsung. Hal itu disampaikan Jimly, karena menurutnya sudah ada banyak orang yang mengajukan gugatan ke MK.
"Kalau Presiden atau pemerintah, itu tidak punya legal standing untuk mempersoalkan Undang-Undang (UU) itu. Tapi yang mengajukan permohonan kan sudah banyak. Ngapain lagi? Bahkan PDIP pun nggak usah lagi. Sudah banyak sekali. Ada tokoh-tokoh masyarakat. (Jadi) Ngapain Presiden repot-repot mempersoalkannya ke MK? Jadi tidak usah," kata Jimly, saat ditemui seusai salat Idul Adha di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2014).
Menurut Jimly, yang terpenting sekarang adalah bagaimana kreativitas para lawyer dalam meyakinkan hakim. Sebab menurutnya, semakin canggih lawyer-nya, maka peluang terkabulnya permohonan tersebut akan semakin besar. Sementara soal Perppu yang dikeluarkan oleh Presiden SBY, dia menilai hal itu masih akan ditinjau oleh DPR terlebih dahulu.
"Sedangkan Perppu yang dikeluarkan oleh SBY, nanti akan ditinjau oleh DPR. Ada yang mengajukan ke MK, ya, dinilai oleh MK. Ya, itu sekaligus. Itu dijadikan satu paket, asal pemohonnya kreatif saja. Hakim itu tergantung kreativitas lawyer. Lawyer-nya canggih, semua bisa. Apa saja bisa. Keadilan di tangan hakim. Saya sebagai mantan MK tidak mau ikut campur. Silakan saja," tambahnya.
Berita Terkait
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?
-
PDIP Kritik RI Gabung Board of Peace Tanpa Persetujuan DPR, Singgung Biaya 8.000 Pasukan
-
PDIP Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pickup dari India: Jangan Rugikan Pabrikan Dalam Negeri
-
PDIP Soroti "Rasa Keadilan" Dunia Pendidikan: Pegawai MBG Jadi PPPK, Guru-Dosen Masih Terabaikan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Daftar Penerbangan Bandara Soetta yang Dibatalkan Akibat Perang Iran 1 Maret 2026
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Jenderal Iran Dikabarkan Tewas, AS Mulai Operasi Militer Bareng Israel
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup