- Anggota Komisi X DPR RI, Adian Napitupulu, menyoroti rencana impor 105.000 unit mobil niaga dari India.
- Adian mendukung penundaan impor tersebut sambil menunggu arahan resmi dari Presiden Republik Indonesia.
- Ia menekankan perlunya pertimbangan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar industri otomotif lokal tidak dirugikan.
Suara.com - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, turut menyoroti rencana impor 105.000 unit mobil niaga (pickup) asal India untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Ia menyatakan sepakat dengan pimpinan DPR RI untuk menunda kebijakan tersebut sembari menunggu arahan dari Presiden.
Adian menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap pengadaan kendaraan operasional berskala besar.
Ia mengkhawatirkan kebijakan impor ini justru akan memukul industri otomotif yang sudah berinvestasi dan berproduksi di dalam negeri.
“Mobil pickup India. Kan kemarin dari Pak Dasco sudah menyampaikan untuk menunggu dari Presiden ya terkait dengan itu. Ya kita tunggu saja. Tapi sebenarnya kalau kita lihat, sebenarnya kan ada apa sih istilahnya kalau kita bikin mobil tuh ada komponen lokal yang diproduksi lokal, TKDN. TKDN, kandungan dalam negerinya lah gitu lho. Rata-rata kan kalau saya tidak salah ya itu sudah rata-rata 40%,” ujar Adian di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).
Wasekjen PDI Perjuangan ini mempertanyakan apakah mobil-mobil yang akan didatangkan dari India tersebut memenuhi standar kandungan lokal yang setara dengan produk otomotif yang diproduksi di tanah air.
Ia mewanti-wanti jangan sampai kebijakan ini mengabaikan keberadaan pabrikan lokal yang selama ini sudah patuh pada aturan TKDN.
“Apakah kemudian impor yang dari India ini juga memenuhi kriteria itu? Jangan sampai kemudian pabrikan-pabrikan yang sudah membangun di Indonesia, yang sudah memenuhi 40% TKDN itu kemudian kehilangan kesempatan karena hal-hal lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, Adian menegaskan, kembali posisinya untuk mendukung langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad agar pemerintah tidak terburu-buru mengeksekusi rencana impor tersebut sebelum ada pembahasan lebih mendalam dengan kepala negara.
Baca Juga: Sepakat Ditunda, Impor Mobil Pick Up dari India Ternyata Sudah Tiba di Jakarta
“Menurut kita, dan saya setuju kemarin salah satu pimpinan DPR mengatakan bahwa kita tunggu dulu ya. Kita tunggu dulu. Itu soal mobil,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Sopir Toyota Calya Ugal-Ugalan di Jakarta Diamankan, Polisi Tunggu Hasil Tes Urine
-
Warga Jakarta dengan Luas Rumah di Bawah 70 Meter Bisa Dapat Toren Gratis dari PAM JAYA
-
Betawi di Era Digital: Pemuda Diminta Jadi Garda Depan Pelestarian Budaya
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir