Suara.com - Ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) memadati depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Mereka meyerukan penurunan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatannya saat ini.
Mereka menilai, Ahok sudah membatasi syariat umat Islam dengan melarang mengurbankan hewan di Sekolah dan Masjid pada hari Idul Adha lalu.
"Ahok sudah membatasi syariat Islam, dia sudah merusak sejumlah masjid dan melarang mengurbankan hewan di Sekolah dan Masjid saat hari raya Idul Adha lalu, dia sudah melecehkan agama Islam," kata seorang Ibu yang menjadi orator dalam aksi demo di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2014).
Mereka juga menilai Ahok adalah seorang Wakil Gubernur yang ingin menerapkan lagi rezim komunis di Indonesia. Dan untuk melawan itu, mereka akan terus melakukan aksi setiap hari Jumat, untuk mendesak Ahok segera turun dari jabatannya.
"Ahok telah merusak anak-anak kami dan masa depan anak cucu kami. Dia ingin menerapkan rezim komunis di Indonesia, kami akan terus berjuang dengan terus melakukan aksi setiap hari jumat," lanjut orator ini dengan nada tertatih-tatih.
Untuk mengawali aksi ini, personel kepolisian sudah siaga, baik di dalam pagar Balai Kota DKI Jakarta maupun di luar pagar. Sedangkan akibat dari aksi ini, arus kendaraan di Jalan Merdeka Selatan menjadi macet, namun masih ada sejumlah kendaraan yang lewat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen
-
Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara
-
Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!
-
Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur
-
Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel
-
Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal