Suara.com - Seorang lelaki berusia 45 tahun membunuh anak kandungnya sendiri karena menolak berhubungan seks dengan dirinya.
Kejadian itu terjadi di desa Mustafagani, India, Kamis (9/10/2014) waktu setempat. Kini, Raktu Prasad, nama lelaki itu, telah ditangkap dan ditahan oleh kepolisian setempat setelah mendengar laporan dari menantunya yang tak lain adalah suami perempuan malang itu.
Saat diinterogasi oleh kepolisian, Prasad mengakui semua perbuatannya. Dari pengakuannya, juga terungkap misteri kematian istri buruh tani itu dua tahun lalu. Ia mengaku telah membunuh istrinya dengan menggantung tubuh sang istri setelah mereka bertengkar hebat.
Anak perempuan Prasad menikah dengan sang suami, Ranjit Kumar empat bulan lalu. Mereka tinggal di desa tetangga, Bishunpur.
Kejadian tragis ini berawal saat Prasad pulang ke rumah dalam kondisi mabuk. Saat itu, Kumar dan istrinya sedang tidur di kamar. Keduanya memang sedang berkunjung dan menginap di rumah Prasad.
Tiba-tiba, Prasad masuk ke kamar mereka dan meminta Kumar untuk segera meninggalkan rumah dan meminta anak perempuannya untuk melayani nafsu bejatnya. Akibatnya terjadi pertengkaran di antara mereka.
Melihat anak perempuannya menolak ajakannya dan menangis, Prasad lalu keluar kamar dan mengambil alat pemotong hewan. Ia kemudian kembali ke kamar dan membacok leher anak perempuannya, lalu tangan dan kakinya. Akibatnya, sang putri meninggal dunia karena kehabisan darah. (Timesofindia)
Tag
Berita Terkait
-
Guru Tampar Anak TK Sampai Meninggal Dunia Gara-gara Tak Bikin PR
-
Gen Z Ditembak Peluru Karet dan Disetrum Polisi saat Tuntut Menteri Pendidikan Mundur di India
-
Review Awarapan 2: Sinema Noir India Terbaik yang Penuh Ketegangan Seru!
-
Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!
-
WNA India Produksi Emas Ilegal hingga 30 Kg Sehari, Sahroni Minta Pembeking Diusut
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BPS Akui Data Desil Masyarakat Belum Siap
-
Polisi Sebut TL Slipi Aman Dilalui Pasca Demo Ricuh, Warga Tak Perlu Ragu Melintas
-
Media Singapura soal Demo 27 Agustus: Prabowo Sedang Berjuang Pulihkan Kepercayaan Publik
-
Kisah Sulaiman, Anak Petani dari Flores yang Kini Mengabdi di Sekolah Rakyat
-
Ketua MPR Jawab Isu 'Percepatan' Budi Arie: Demokrasi Bukan Soal Insting, Tapi Aturan
-
BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla
-
AI Terus Berkembang, Indonesia Perlu Perkuat Talenta Keamanan Siber
-
Pilihan Mobil Listrik Harga di Bawah Rp 200 Juta yang Dipasarkan di Indonesia
-
Ricuh Demo DPR: 322 Orang Ditangkap, 160 di Antaranya Masih Anak-anak
-
'Kami Tak Akan Hilangkan Nilai Tradisional', Komitmen Warga Sade Bangkit dari Puing Kebakaran