Suara.com - Bos maskapai penerbangan Emirates Airlines meyakini bahwa pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang sejak 8 Maret lalu, tidak jatuh ke Samudera Hindia. Pernyataan Sir Tim Clark, bos Emirates Airlines itu disampaikan kepada surat kabar Jerman Der Spiegel.
Menurut Sir Tim Clark, pesawat itu tidak berada dalam kondisi auto pilot seperti yang diperkirakan selama ini. Sebaliknya, Tim meyakini pesawat itu dikendalikan.
"MH370, menurut hemat saya, berada di bawah kendali, kemungkinan sampai di saat akhir," kata Tim seperti dikutip Der Spiegel.
Pernyataan itu menyanggah teori yang selama ini dijadikan skenario hilangnya pesawat yang dinaiki 239 orang itu. Selama ini, para ahli dan media menyebut bahwa pesawat itu berada dalam keadaan autopilot sampai kehabisan bahan bakar dan jatuh ke Samudera Hindia.
"Setiap detik penerbangan yang perlu diselidiki, secara teori, berakhir di Samudera Hindia - di mana mereka masih belum menemukan jejaknya, bahkan sebuah sandaran kursi sekalipun," kata Tim.
"Sepanjang pengalaman kami melihat kecelakaan pesawat di air, ketika ada pesawat yang jatuh, pasti selalu ada sesuatu," lanjut Tim.
Tim bahkan menyangsikan keakuratan sinyal satelit yang selama ini dipakai untuk mendeteksi keberadaan pesawat, termasuk menentukan di mana pesawat asal Kuala Lumpur tujuan Beijing itu mengakhiri penerbangannya. Tim, pemimpin perusahaan yang mengoperasikan 127 pesawat Boeing 777, sama persis dengan tipe pesawat MH370, menuntut transparansi penyelidikan.
"Saya sangat tidak puas dengan semua yang diungkap tentang ini," kata Tim.
Tim juga sangsi bahwa pilot MH370 mampu mematikan alat pelacak pesawat. Pasalnya, menurut Tim, pesawat tersebut memiliki alat pelacak yang sangat canggih dan tidak bisa diutak-atik seenaknya oleh pilot.
"Mematikan (alat pelacak) itu bukan hal yang sederhana dan pilot-pilot kami tidak terlatih untuk melakukan itu. Namun pada penerbangan MH370, alat tersebut dimatikan, sampai tidak bisa dilacak dari darat," ujar Tim.
"Kami perlu tahu siapa sebenarnya yang ada di dalam pesawat secara rinci yang jelas beberapa orang pasti tahu. Kami juga ingin tahu apa yang dibawa pesawat itu," pungkasnya.
Sudah tujuh bulan pesawat tersebut hilang. Analisis terakhir dari Biro Keselamatan Transportasi Australia, pesawat tersebut meluncur dengan gerakan memutar ke arah Samudera Hindia ketika kehabisan bahan bakar. (Independent)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan