Suara.com - Pengamat politik dari Populi Center, Usep S. Ahyar, menduga alasan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Jusuf Kalla, tidak lekas mengumumkan kabinet lantaran mendapat catatan dari KPK mengenai adanya sejumlah calon menteri yang terindikasi korupsi. Jokowi, menurut Usep, masih menimbang-nimbang lagi nama calon menteri yang akan dipilih.
"Itu memang harus hati-hati, ekspektasi masyarakat begitu tinggi kepada Jokowi. Ini langkah awal Jokowi untuk membuktikan harapan masyarakat," kata Usep kepada suara.com, Selasa (22/10/2014).
Usep mengatakan bila menteri yang terindikasi korupsi sampai lolos masuk kabinet, kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan Jokowi bisa berkurang.
"Walau menurut Jokowi sendiri, tentunya hasilnya tidak akan bisa menyenangkan semua orang. Kan dia harus mengakomodasi partai dan lain sebagainya," kata Usep.
Sebaliknya, jika menteri-menteri kabinet periode 2014-2019 terdiri dari orang-orang yang kompeten dan bersih, kata Usep, kepercayaan publik kepada Jokowi-JK akan terjaga.
"Walaupun, tidak menjamin, hari ini bersih atau tidak ada transaksi keuangan mencurigakan, di kemudian hari akan tetap bersih," kata Usep.
Usep mengatakan langkah Jokowi melibatkan KPK dan PPATK untuk menjamin kabinetnya bersih, patut diapresiasi. Langkah tersebut, kata Usep, juga merupakan tradisi baru dalam memilih menteri.
"Itu perlu waktu dan tidak masalah, asalkan matang. Masyarakat masih bisa menunggu," kata Usep.
Berita Terkait
-
Kesaksian Petugas KAI Pasca Kecelakaan Viral: Ungkap Dugaan Sinyal Error, Kecepatan 110 Km/Jam
-
Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri
-
Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, BPOM: Bukti Penting Penyempurnaan Kebijakan Pangan Sehat
-
Temui Menko Zulhas, Asosiasi Pelaku Usaha Dorong Perbaikan Tata Kelola hingga Rantai Pasok MBG
-
Senang Dipanggil Timnas Indonesia, Marc Klok Masih Fokus Bersama PersibBandung
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
-
Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur
-
Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran
-
Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri