Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan sebagian besar nama yang diberitakan akan menjadi calon kuat menteri, salah.
"Nama yang beredar di media itu banyak salahnya, karena hal tersebut dilakukan secara tertutup dengan Pak Jokowi," kata Samad di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2014).
Samad juga mengklarifikasi informasi yang menyebutkan delapan nama calon menteri yang masuk daftar merah atau terindikasi korupsi, dicoret oleh KPK.
"Siapa yang mengatakan coret nama, kalau Pak Jokowi yang katakan, berarti itu bukan dari KPK kan," kata Samad.
Samad menegaskan mencoret calon menteri adalah hak prerogatif Presiden Jokowi.
"Bukan posisi kami untuk menentukan siapa menterinya, karena Presiden memiliki hak prerogatif, kami hormati itu," katanya.
43 nama calon menteri telah ditelusuri KPK dan PPATK dan hasilnya sudah diserahkan kembali ke Presiden Jokowi. Delapan di antaranya, masuk kategori merah.
"Ya kalau menterinya punya catatan merah, masyarakat sudah jelaslah menilai bahwa kabinet itu tidak bersih. Kita harap pemerintahan ke depan dipimpin oleh orang yang berintegritas dan bersih," kata Samad.
KPK berharap pemerintahan Jokowi-JK bebas dari menteri-menteri bersih. [Bowo Raharjo]
Berita Terkait
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI
-
Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah
-
Hari Anak Nasional: Langkah Kecil ATFAC yang Mengubah Masa Depan Anak-anak Kurang Beruntung
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas