- Menteri Sosial Gus Ipul mengusulkan perluasan penerima bantuan sosial untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
- Usulan disampaikan dalam rapat koordinasi Satgas Percepatan Program Pemerintah di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Selasa, 28 April 2026.
- Kebijakan ini menyasar kelompok rentan dan memerlukan integrasi lintas kementerian agar implementasi program berjalan efektif di berbagai daerah.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengusulkan perluasan jumlah penerima bantuan sosial (bansos) sebagai salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Satgas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Menurut Gus Ipul, bansos memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan, sehingga berdampak langsung terhadap konsumsi sebagai salah satu motor penggerak ekonomi.
“Bansos bagian dari komponen pertumbuhan ekonomi. Kami mengusulkan bukan penebalan, tapi perluasan penerima manfaat,” ujar Gus Ipul dalam pernyataannya, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, program bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai atau Bantuan Sembako difokuskan bagi kelompok masyarakat rentan yang masuk dalam desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selain itu, Gus Ipul menekankan pentingnya integrasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga, termasuk koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasi program berjalan efektif di daerah.
Dalam forum tersebut, ia juga menyoroti peran penting pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendukung program prioritas pemerintah.
“UMKM ini bagian penting dari program prioritas Presiden, jadi harus kita dorong bersama seperti Kopdes,” katanya.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah melalui Keppres Nomor 4 Tahun 2026.
Baca Juga: Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pembentukan Satgas ini bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai langkah percepatan program dan relaksasi kebijakan.
Berita Terkait
-
Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Resmi! Seskab Teddy Emban Tugas Baru Sebagai Duta Sekolah Rakyat
-
Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan
-
KAI Refund 4.878 Tiket Imbas Kecelakaan di Bekasi, Jamin Ganti Rugi 100 Persen
-
Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya
-
Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah
-
Buku Kriminalisasi Kebijakan Ungkap Bahaya Pasal Karet UU Tipikor: Bisa Picu Krisis Kepemimpinan
-
Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money
-
Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi
-
Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini
-
Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya