Suara.com - Hari ini, Kamis (23/10/2014), DPR akan menyelenggarakan rapat paripurna lanjutan tentang penetapan anggota komisi dan alat kelengkapan dewan. Penetapan tersebut, sejatinya dilakukan pada Selasa (21/10/2014).
Selain penetapan anggota komisi dan alat kelengkapan dewan, rapat paripurna juga mengagendakan penyampaian surat Presiden Joko Widodo tentang perubahan kementerian.
"Agendanya paripurna untuk meneruskan kemarin dan mengumumkan surat dari Presiden yang akan disampaikan pertimbangan dari DPR tentang perubahan kementerian dan formasi kabinet," ujar Wakil Ketua DPR Fadli Zon, di gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu berharap rapat paripurna hari ini tuntas agar komisi dan alat kelengkapan dewan langsung bekerja, mengingat DPR juga harus memberikan pertimbangan terhadap surat Presiden dengan batas waktu tujuh hari setelah surat diterima.
"Kami ingin segera selesaikan kelengkapan dewan, sampai sekarang kan mundur. Kita nggak bisa begini karena ini upaya penghambatan sistematis," ujarnya.
Surat perubahan kementerian dari Presiden Jokowi diterima DPR pada Rabu (22/10/2014).
Dalam rapat paripurna Selasa lalu, masih ada lima fraksi yang belum menyerahkan nama anggota komisi, yakni PDI Perjuangan, Hanura, PKB, Nasdem, dan PPP. [Bagus Santosa]
Berita Terkait
-
Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun
-
Cinta, Tradisi, dan Kekuasaan dalam Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari
-
Keterangan Pers Bahlil Terkait Kenaikan Harga Pertamax dan Pemadaman Listrik Bergilir
-
Jelang AS vs Paraguay, Mauricio Pochettino Tak Mau Banyak Basa Basi: Harus Menang Terus
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
Terkini
-
Polda Metro Larang Bundaran HI Jadi Lokasi Demo Mahasiswa, Minta Dialihkan ke Patung Kuda dan DPR
-
Program MBG Boros Rp1 T per Bulan, Pengamat: Mereka Memperhitungkan Ini untuk Investasi Pemilu 2029
-
Massa Mahasiswa Diadang Rantis ke Bundaran HI, Sempat Terjadi Aksi Dorong
-
Bantah Kenal Pejabat Bea Cukai, Heri Black Akui Pernah Urus Kontainer Blueray
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
WALHI 'Semprot' Pemprov DKI: Bukannya Perluas Akses Transportasi Umum, Malah Naikkan Tarif
-
Heri Gunawan dan Istri Kompak Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR BI-OJK, KPK Bakal Panggil Paksa?
-
Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara
-
Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah
-
Buntut Vonis Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, DPR Respons Desakan Revisi UU Peradilan Militer