Suara.com - Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan di Surabaya, Jawa Timur, telah menetapkan Romahurmuziy menjadi ketua umum partai serta AD/ART baru. Saat ini, pengesahan kepengurusan partai tersebut tinggal menunggu hasil verifikasi dari Kementerian Hukum dan HAM.
Demikian dikatakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP Hasan Husairi Lubis kepada suara.com, Kamis (23/10/2014).
Hasan optimistis PPP di bawah kepemimpinan Romahurmuziy diakui Kementerian Hukum dan HAM karena semua persyaratan penyelenggaraan muktamar sudah terpenuhi.
"Termasuk peserta muktamirin dilegalisir melalui notaris, bahwa yang hadir di muktamar betul adanya, tidak direkayasa," kata Hasan.
Mengenai kapan Kementerian Hukum dan HAM mengesahkan kepengurusan PPP hasil Muktamar VIII Surabaya, Hasan mengatakan menunggu penetapan Menteri Hukum dan HAM kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Janjinya, setelah ada menteri yang baru. Ini tinggal pengesahan. Pendukung sudah siap. AD/ART sudah siap. Tidak ada ketentuan yang kami langgar," kata Hasan.
Hasan menekankan bahwa hasil Muktamar VIII merupakan keputusan tertinggi. "Tidak ada keputusan perorangan. Itu melalui muktamar atau di partai lain disebut munas," kata Hasan.
Saat ini internal PPP terbelah antara kubu Romahurmuziy dan kubu Suryadharma. Kubu Suryadharma menganggap Muktamar VIII di Surabaya ilegal.
Berita Terkait
-
Penampakan Pagi di Bekasi Timur: Lokomotif KA Argo Bromo Mulai Dipisahkan dari KRL
-
Bukan Snapdragon, Ini Alasan Mulia MU Ganti Sponsor Lawan Brentford
-
Green SM Buka Suara soal Kecelakaan Maut Bekasi Timur, Tegaskan Dukung Investigasi
-
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini
-
Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Penampakan Pagi di Bekasi Timur: Lokomotif KA Argo Bromo Mulai Dipisahkan dari KRL
-
Green SM Buka Suara soal Kecelakaan Maut Bekasi Timur, Tegaskan Dukung Investigasi
-
Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan
-
Taksi Diduga Picu Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Menhub Serahkan Investigasi ke KNKT
-
Media Asing soal Kecelakaan KA vs KRL di Bekasi: Kecelakaan Kereta Api Mematikan di Indonesia
-
Revisi UU Pemilu Didorong Transparan dan Segera Dibahas, DPR Soroti Jangan Ada 'Ruang Gelap'
-
Evakuasi Korban Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Masih Berlangsung, Kantong Jenazah Terus Berdatangan
-
Target 4 Tahun Jadi 1,5 Tahun, DPR Puji Kecepatan Mentan Amran Wujudkan Swasembada Beras!
-
Oknum Hakim Terseret Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Diduga Masuk Struktur Yayasan
-
25 Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan Pasca Kecelakaan, Ini Daftar Lengkapnya