Suara.com - Koalisi Merah Putih (KMP) sepakat membuka diri untuk pembagian jatah kursi Pimpinan Komisi dan alat kelengkapan dewan di DPR.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menerangkan, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dapat jatah kursi pimpinan Komisi dan alat kelengkapan dewan. Asalkan, mereka besok mau menyerahkan nama anggota fraksi yang sudah siap ditempatkan.
"Kami belum menyepakatinya, kalau mereka masukan nama akan ada berita bagus juga. Pasti dapet lah (kursi pimpinan). Pokoknya dapet jangan banyak-banyak," kata Fahri di Jakarta, Senin (27/10/2014).
Sementara itu, Kordinator KMP Idrus Marham juga menyepakati keputusan untuk memberikan jatah kursi pimpinan alat kelengkapan dewan di DPR untuk KIH. Dia mengamini ketika ditanya apakah benar ucapan Fahri itu.
"Kita tunggu saja. Ya sudah kalau sudah (diberikan) Saya sebagai kordinator, kalau disebut sudah ya sudah," kata Idrus yang hadir ke DPR.
Kedatangan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini sekaligus membahas sejumlah agenda ulang tahun Golkar beberapa hari ke depan. Dia datang menemui Bendahara Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR Setya Novanto.
Sementara Setya sendiri berharap pembentukan pimpinan Komisi dan alat kelengkapan dewan ini secepatnya. Supaya, seluruh anggota dewan dan kementerian yang sudah terbentuk bisa langsung bekerja.
"DPR sudah harus kerja, rakyat juga menunggu, masyarakat melihat kita, kita sdh terbentuk, kita hrs kerja, sesuaikan, rapat. Tentu rakyat bisa marah. Besok kita putuskan apapun yang terjadi," kata Setya yang sekaligus menerangkan akan ada Rapat Paripurna untuk alat kelengkapan dewan besok, Selasa (28/10/2014). (Bagus Santosa)
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029