Suara.com - Panitia penyelenggara acara hitung mundur 666 hari menjelang PON Jabar 2016, yang akan diadakan di kawasan bebas kendaraan Jalan Dago, Kota Bandung, Minggu (9/11/2014), menyiapkan sejumlah suvenir yang bisa diperoleh pengunjung dengan menukarnya dengan sampah.
"Kami menyiapkan lebih dari seribu suvenir. Tukar saja dengan sampah," kata Ketua Bidang Penyiaran dan Pelayanan Media PON 2016 Budy Hermawan, Rabu (5/11/2014) dalam siaran persnya.
Menurut dia, barter sampah dengan suvenir pada acara menjelang PON itu merupakan bentuk kepedulian warga Jabar terhadap lingkungan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dari sampah yang biasanya menjadi masalah setelah kegiatan massal.
Untuk itu, kata dia, pada acara yang juga akan dimeriahkan pembuatan rekor Muri berupa melukis 666 wajah oleh enam pelukis dalam waktu 66 menit itu, panitia menyebar 40 anggotanya ke pelosok kawasan "car free day" Dago untuk melayani penukaran sampah dengan suvenir.
Penitia menyatakan, bentuk suvenir yang akan diterima pengunjung bergantung pada sampah yang ditukarnya. Suvenir yang disediakan panitia antara lain pin, stiker, dan gantungan kunci.
Panitia juga menyebutkan bahwa acara yang akan membuka sejumlah anjungan di kawasan Dago itu akan dimeriahkan oleh sejumlah penyanyi, seperti Candil "Seurieus" dan pencipta lagu sunda yang membuat lagu khusus untuk PON Jabar Lia Aprialiani.
Menurut panitia, penyelenggaran acara hitung mundur 666 jelang PON Jabar itu merupakan acara besar pertama yang digelar PB PON Jabar. Acara itu disebut sebagai upaya mengingatkan masyarakat Jabar dan Indonesia bahwa Jawa Barat akan menjadi tuan rumah yang baik bagi penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Indonesia itu. (Antara)
Berita Terkait
-
Persib Bandung Resmi Layangkan Surat Protes Usai Laga Kontra Dewa United, Ini Isinya
-
Jelang Persib Bandung vs Arema FC, Bojan Hodak Soroti Lini Depan Singo Edan
-
Bojan Hodak Buka Kartu: Begini Kondisi Terkini Skuad Persib Jelang Duel Kontra Arema FC
-
Benteng Berlapis di GBLA: 3.000 Personel Siap Kawal Duel Klasik Persib Bandung vs Arema FC
-
Bojan Hodak Minta Pemain Persib Bandung Jangan Panik, Kenapa?
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Listrik PLN Anjlok, Lampu Merah di Jakarta Banyak yang Mati, Polisi Waspada Macet Parah Sore Ini
-
Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD
-
Saiful Mujani Santai Meski Dilaporkan Makar: Kalau Harus Ditahan, Ya Tahan Saja
-
PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal
-
Eks Ketua Komnas Perempuan Soal Demokrasi RI: Kalau Kartini Lahir Sekarang, Bisa Dituduh Makar
-
Kemenlu RI Pastikan Sama Sikap dengan Malaysia dan Singapura Soal Tarif Selat Malaka
-
Kasus DKJA, KPK Panggil Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub
-
Kabar Gembira! Besok Naik Transportasi Umum di Jakarta Cuma Bayar Rp1
-
Soal Kasus Guru Atun Dihina Siswa di Kelas, Komisi X DPR: Ini Tamparan Keras Dunia Pendidikan