Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menerangkan, pembolehan mengosongkan kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP), berbahaya. Sebab tidak sesuai dengan pancasila dan nilai bangsa.
Hal ini merupakan pernyataan penolakan usulan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang membolehkan mengosongkan kolom agama di KTP bila tidak terakomodir dalam enam agama yang diakui Indonesia.
"Pikiran inilah yang berbahaya, karena bertentangan dengan pancasila dan nilai bangsa. Karena itu kita menentang hilangnya kolom agama dalam kartu identitas," kata Fahri di DPR, Jakarta, Jumat (7/11/2014).
Dia menerangkan, ada perbedaan antara masyarakat barat dan timur. Budaya barat, tumbuh dengan kultur individualisme yang berbeda dengan budaya timur yang tumbuh dengan kultur komunal.
"Jadi begini, ada perbedaan masyarakat timur dan barat. Di barat tumbuh dengan kultur individualisme. Karena itu buat mereka jadi identitas jadi tidak penting, karena buat mereka nafsi-nafsi (sendiri-sendiri). Masyarakat, kita, timur, tumbuh dengan kultur komunalisme. Karena itulah dia nggak mungkin dihilangkan dari identitas pribadi, dan bahaya lagi kalau orang yang ingin menghilangkan ini sumber konflik," tuturnya.
Karenanya, kolom agama sangat penting di Indonesia untuk dicantumkan. Selain untuk identitas, hal itu sesuai dengan Pancasila. Sehingga, Kementerian Dalam Negeri boleh mencantumkan saja kepercayaaan, meskipun belum masuk ke dalam enam agama yang diakui di negara Indonesia.
"Tulis aja kepercayaan. Kalau anda beragama Yahudi tulis saja," kata Politisi PKS ini.
Berita Terkait
-
Millen Cyrus Pamer KTP Perempuan, Resmi Ubah Identitas?
-
Begini Cara Cek Bansos KTP Rp900 Ribu, Bisa Lewat Aplikasi dan Situs Resmi
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026